PRAYA – Proyek pengadaan 2 juta masker oleh Pemkab Lombok Tengah dipersoalkan sejumlah kepala desa (Kades). Kades mengeluh soal kualitas masker yang tidak sesuai harapan. Warga mengeluh ukuran masker yang kekecilan. Belum lagi ditambah kurang nyamannya saat digunakan. Beda hal dengan masker pada umumnya yang biasa dibeli warga.
Kades Bunut Baok, Kecamatan Praya, L Muzanni mengatakan, pihaknya menerima masker dari pemkab sebanyak 20 ribu. Pemdes terima pun dua tahap. “Tahap pertama 10 ribu dan tahap kedua sisanya,” ngkapnya pada radarmandalika.id saat dihubungi.
Kades mengeluh juga soal masker diterima kalau penyaluran telat. Sebab, pada saat genting membutuhkan masker saat adanya warga yang positif korona, masker belum datang.
“Penyaluranya bisa dibilang terlambat,” keluhnya.
Sementara, Kades Dasan Baru Kecamatan Kopang, M Zaenudin MN menuturkan, bahwa pihaknya hanya menerima masker dari pemkab 15 ribu, dimana masker tersebut sudah dibagikan ke sekitar 12 ribu jiwa warganya. “Ini juga tidak mampu mengcover masyarakat kami,” katanya.
“Akhirnya, kami dari Pemdes membuat masker secara mandiri di luar bantuan pemkab sekitar 4 ribu,” bebernya.
Terpisah, Kades Bangkat Parak Kecamatan Pujut, Gemah Genuh yang dikonfirmasi mengatakan hanya menerima 2 ribu pcs masker dari Pemda. Selebihnya pemdes juga membuat secara mandiri. “Ada dari desa juga,” katanya singkat.(r2)