banner 300x600

53 Pengungsi Mareje Kembali ke Rumahnya

  • Bagikan
F MAREJE
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA DIPULANGKAN: Para warga Desa Mareje dibantu Kepolisian dan Gubernur NTB Dr H Zulkifliemansyah menaiki mobil untuk pulang kembali kediamannya, Kamis (12/5).

LOBAR – Sebanyak 53 warga Desa Mareje yang diungsikan ke markas Polres Lombok Barat (Lobar) akhirnya bisa kembali pulang ke rumahnya masing-masing, Kamis (12/5). Setelah pihak kepolisian memastikan kondisi di desa setempat kembali aman. Menyusul sebelumnya terjadi kesalahpahaman yang berbuntut pembakaran kediaman sejumlah warga di Desa Mareje.
Kepulangan para pengungsi itu menggunakan empat truk yang difasilitasi Pemda Lobar dan Polres Lobar. Kepulangan pengungsi dilepas langsung Gubernur NTB Dr H Zulkifliemansyah, bersama Bupati, Wakil Bupati Lobar dan Kapolres Lobar. Serta mendapat pengawalan dari pihak Kepolisian.
Sebelum melepas para pengungsi itu, kepala daerah itu menyempatkan berbincang dan menyemangati para pengungsi. Bahkan Bupati Lobar H Fauzan Khalid berencana mengelar roah di Mareje untuk mempererat silaturahmi. Terlebih sebelumnya sudah ada perdamaian yang dilakukan para pihak yang salah paham.
Gubernur NTB Dr H Zulkifliemansyah berharap tidak ada kejadian lagi yang menganggu kondusifitas NTB. Sebab kini NTB dipandang dunia manjadi replika gambaran Indonesia yang beragam dan harmonis.
“Kita mengimbau, mudah-mudahan jangan ada lagi kejadian yang membuat publik memiliki persepsi yang berbeda tentang kita (NTB),” terang Bang Zul-panggilan akrab Gubernur.
Sehingga ia mengatakan kondusifitas NTB harus tetap dijaga. Menurutnya dengan akan digelarnya acara hari Rabu mendatang diharapkan bisa menghilangkan semua bekas kesalahpahaman itu. Terkait kepastian perbaikan rumah yang rusak, Gubernur Zul mengaku sedang mengusahakannya. “Ini sedang kita usahakan semua,” imbuhnya.
Di tempat yang sama Bupati Lobar H Fauzan Khalid menambahkan jika permasalahan perbaikan enam rumah yang rusak sudah ada jalan keluarnya. Bahkan perbaikannya sudah dimulai hari ini secara bertahap. “Perencanaannya di tingkat pemerintah daerah sudah selesai, kita sudah rapat dan insya allah besok (hari ini, Red) sudah dimulai (perbaikannya),” jelasnya.
Apakah kepulangan pengungsi menjadi jaminan keamanan di Desa Mareje? Fauzan mengatakan sebenarnya sudah lama aman. Hanya saja pihaknya menghindari sejumlah isu liar yang dibuat oleh pihak yang tak bertanggungjawab sehingga memperkeruh suasana.
“Penting saya sampaikan, bahwa kita lebih sibuk mengklarifikasi berita hoax dari pada kenyataan sebenarnya. Padahal masyarakat kita di Mareje ini satu keluarga dan tidak pernah ada sejarah konflik,” tegas Fauzan.
Pihaknya lebih melihat kesalahpahaman itu banyak dibumbui unsur politik dan berita hoax. Sehingga menimbulkan kondisi yang kurang kondusif. “Saya kira ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” ujarnya.
Kedepan pihaknya bersama Forkopimda Lobar akan bergantian berkunjung ke kawasan Mareje. Termasuk mengelar roah bersama dengan masyarakat. “Kita makan bersama-sama di sana,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolres Lobar, AKBP Wirasto Adi Nugroho memastikan kondisi di Mareje sudah sangat kondusif. Bahkan masyarakat sudah mulai berbaur. Sehingga penilaian tim satgas konflik Lobar, para pengungsi sudah bisa dipulangkan ke kediamannya. “Dari asissment kita terkait situasi di Mareje dan kegiatan kita kedepan menghadapi Waisak sehingga kita memutuskan pengungsi sudah bisa dikembalikan. Dan anggota masih kita tempatkan sampai situasi benar-benar kondusif di Mareje,” pungkasnya. (win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *