Kondisi tanaman tembakau di Loteng.

PRAYA – Ada sekitar 3 725 hektare tanaman tembakau di Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah mengalami rusak akibat hujan yang terjadi beberapa hari terakhir. Baik rusak sedang, ringan maupun rusak berat. Hal itu membuat petani terancam gagal panen atau rugi.

Kepala UPT Pertanian Kecamatan Praya Timur, H. Muhir menjelaskan, tanaman tembakau yang rusak tersebut akibat curah hujan tinggi sehingga lahan pertanian yang semulanya kering menjadi kelebihan air hingga menyebabkan tembakau menjadi mati.

“Hujannya dua kali dan besar, itu yang menyebabkan banyak tanaman tembakau rusak,” terangnya pada Radar Mandalika, kemarin.

Pihaknya mencatat terdapat ribuan hektare lahan tanaman tembakau petani yang rusak di Kecamatan Praya Timur. Dimana luas tanam tembakau di kecamatan tersebut ada 5.560 hektare. Dari jumlah tersebut, ada 1.789 hektare tanaman tembakau mengalami rusak berat, 1.503 hektare mengalami rusak sedang, dan 433 hektare mengalami rusak ringan. Dari jumlah tersebut, tercatat hanya sekitar 1835 hektare lahan pertanian yang tidak terdampak hujan.

Pihaknya menjelaskan jika kondisi tanam tembakau yang terdampak dan mengalami kerusakan tersebut beragam. Mulai dari tembakau yang masih muda, bahkan tembakau yang siap panen pun terdampak rusak berat.

“Yang besar ada, yang masih kecil juga ada yang terdampak,” katanya.

Para petani yang lahannya mengalami rusak berat dengan kondisi tanaman tembakau masih kecil, banyak memilih untuk melakukan penanaman kembali.
Sedangkan tanaman tembakau yang jelang masa panen mengalami kerusakan, para petani terpaksa melakukan perajangan muda demi mengurangi kerugian.

“Kalau yang besar ini tentu tidak bisa diopen, solusinya hanya dirajang tetapi itupun harganya akan rendah karena kualitasnya yang rendah,” terangnya.

Menyinggung kebutuhan para petani di tengah kondisi tanaman tembakau yang rusak ini, pihaknya menilai jika para petani saat ini sangat membutuhkan mesin rajangan untuk mengolah daun tembakau yang sudah besar tersebut. “Kita butuh bantuan mesin rajangan, untuk olah daun yang besar ini,” ungkapnya.

Menurutnya, pengadaan mesin rajang dapat diberikan kepada para kelompok tani sehingga anggota kelompok bisa mencacah tembakau mereka. Di Kecamatan Praya Timur sendiri ujarnya, ada sebanyak 256 kelompok tani yang sudah terdata dan lengkap secara administrasi.

“Mesin rajang yang paling dibutuhkan,” katanya. (ndi)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 1520

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *