23 Desember Tahapan Pilkades Dilanjutkan

F AAA ILUSTRASI

Ilustrasi

PRAYA – Kabar baik untuk masyarakat Lombok Tengah (Loteng), khususnya bagi desa yang akan menyelenggarakan petas demokrasi. Pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah memutuskan untuk melanjutkan tahapan pemilihan kepala desa (Pilkades) tanggal 23 Desember 2020. Namun untuk hari pencoblosan belum ditentukan. Pasalnya masing-masing kabupaten kota di Indonesia mematangkan persiapan dan hari pemilihan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Loteng, Jalaludin mengatakan, pilkades dilanjutkan tahapan 23 Desember. Jalal sendiri telah menerima surat dari Mendagri tentang pelaksanaan pilkades di 43 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Loteng. Dalam surat tersebut, ditegaskan bahwa pelaksanaan pilkades di masa pandemi harus menerapkan protokol kesehatan. Jalal juga menjelaskan, pelaksanaan pilkades ini ditekankan harus sesuai dengan standar pelaksanaan pilkada kemarin.

“Penarapan prokes standar covid-19 di pilkades dan pilkada  tidak boleh berbeda, baik itu di zona merah, maupun daerah zona hijau. Sehingga standar protokol kesehatan harus menjadi pakem yang tidak boleh ditawar lagi,” terangnya pada Radar Mandalika, Minggu (13/12) kemarin.

Jalal menambahkan, termasuk jumlah DPT per-TPS nantinya tidak boleh lebih dari 500 DPT yang memilih di satu TPS. Katanya, persiapan pilkades di Loteng sendiri akan terus dipantau oleh inspektur jendral dan tentu pengawasan ini akan menjadi sangat ketat.

Sedangkan untuk persiapan pelaksanaan pilkades ini, Pemkab juga telah melakukan rapat dengna bupati dan Forkopimda, yakni 10 Camat dan SKPD terkait pada malam Sabtu kemarin. Rapat malam itu langsung dipimpin oleh Bupati H Moh. Suhaili FT. Dalam rapat tersebut juga, Bupati melakukan penekanan kaitan dengan pelaksanaan pilkades di masa pandemi harus dilaksanakan sesuai standar covid-19.

“Semua APD dan lain sebagainya harus dipersiapkan dengan matang. Bupati juga minta semua petugas di bawah harus di-rapid test,” tegasnya.

Jalal melanjutkan, kaitan anggaran yang telah dialokasikan untuk Pilkades, total Rp 1,2 miliar, yang nantinya akan dialokasikan untuk honor penyelenggara kabupaten, honor panwas kecamatan, honor petugas KPPS, honor panitia, dan lain sebagainya.

 “Ini dana sangat terbatas karena kondisi  covid 19, jadi kita upayakan pilkades berjalan sesuai rencana,” harapnya.

Jalal mengakui bahwa pemda sendiri yang ngotot agar pelaksanaan pilkades ini segera dilanjutkan. Saat setelah mengalami penundaan oleh menteri sejak April, dan Agustus lalu pihaknya baru diberikan izin saat setelah pilkada selesai.(buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

NasDem Menang di Lima Kabupaten

Read Next

Komisi III Sudah Turun ke Pabrik Rokok

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *