banner 300x600

2020, Dua Pasar di Lotim Direvitalisasi

  • Bagikan
F REVITALISASI
MUHAMAD RIFA'I / RADAR MANDALIKA GROUP SEMENTARA: Lokasi sementara para pedagang Sembalun sejak tahun 2019 lalu, yang bersebelahan dengan rest area, sebelum dibangunkan pasar melalui DAU APBD Lotim.

LOTIM – Tahun ini, Pemerintah Lombok Timur (Lotim), melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lotim, akan merevitalisasi dua pasar. Yakni pasar Tanjung Luar Kecamatan Keruak senilai Rp 2,5 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan dan Pasar Sembalun tahap pertama Rp 650 juta dari Dana Alokasi Umum (DAU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Lotim, Mirza Sofian menjelaskan, lahan lokasi pembangunan pasar Sembalun seluas 75 are, tahun 2019 lalu telah dibayar. Revitalisasi tak dilakukan pada eks pasar lama, karena akan dijadikan lokasi pembangunan puskesmas baru, menggantikan puskesmas yang rusak akibat gempa bumi.

banner 300x600

“Pasar Sembalun dengan anggaran Rp 4 miliar gagal lelang tahun 2019, karena waktu mepet. Waktu mepet karena sumber anggaran dana Tugas Perbantuan (TP) APBN Perubahan. Mungkin waktu mepet, tidak ada rekanan yang berani,” jelasnya.

Karena daerah pariwisata lanjut Sofian, pasar Sembalun akan dibangun menggunakan konsep pasar wisata. Kendati telah dianggarkan melalui DAU APBD, pihaknya tetap akan berupaya menjemput anggaran yang sebelumnya kembali lantaran gagal lelang. Termasuk revitalisasi pasar Suela, telah diusulkan bersamaan dengan pasar Sembalun.

Tidak itu saja yang diusulkan. Tahun ini juga tiga pasar diusulkan untuk direvitalisasi. Yakni pasar Paok Motong, Pringgabaya, dan Montong Beter dengan total usulan Rp 8 miliar. Masing-masing pasar berbeda porsi, sesuai dengan kondisi pasar. Hanya saja, tiga pasar tersebut diusulkan melalui DAK Penugasan. Khusus pasar Montong Beter Kecamatan Sakra Barat, akan dilakukan pembebasan lahan di sebelah selatan pasar, bekas lokasi sementara waktu lalu. Lahan milik H Taupik itu, akan dibayar sesuai dengan hasil perhitungan tim apraissal.

“Mudahan semua yang kita usulkan itu, dikabulkan pemerintah pusat,” tandasnya.

Ia mengungkapkan, pemerintah sekarang ini tidak lagi memberikan ruang pembangunan pasar baru. Melainkan kebijakan dikeluarkan ialah revitalisasi pasar. “Sekarang kita tidak boleh bangun pasar baru, yang dibolehkan adalah revitalisasi,” terang Sofian.

Pada kesempatan itu, pihaknya berharap revitalisasi kedua pasar yakni pasar Tanjung Luar dan revitalisasi pasar Sembalun tahap pertama, berjalan sesuai harapan. “Semua telah kami persiapkan untuk dilakukan pelelangan,” pungkasnya. (fa’i/r3)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *