Tim Ahli Verifikasi Dua Alat PCR, Minggu Depan Dioperasionalkan
Lotim terus berjibaku melawan wabah korona. Dua alat PCR atau alat swab sudah tiba. Dijanjikan pekan depan sudah dioperasionalkan.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM
MARET lalu, merebaknya wabah Corona Virus Disease (Covid-19) membuat pemerintah pusat sampai Kabupaten Kota dan desa, harus dibuat memeras otak, untuk melakukan pencegahan dan penanganan. Bukan itu saja, pemerintah khususnya harus memutar otak, melakukan recofusing anggaran, yang berdampak pada terhambatnya pembangunan. Yang menyakitkan lagi, pemerintah pusat menarik 10 persen atau sekitar Rp 115 miliar, anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) khususnya Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim. Hingga saat ini, sudah Rp 123 miliar yang digelontorkan hasil recofusing, untuk penanganan wabah ini.
Sejak munculnya wabah korona, pemerintah ditingkat provinsi mau pun kabupaten kota, melakukan rapid test terhadap mereka yang divonis Pasien Dalam Pengawasan (PDP), apakah reaktif atau tidak. Selama PDP, tim medis berupaya maksimal agar tidak naik status menjadi terkonfirmasi positif. Untuk didiagnosis atau dinyatakan positif atau tidak, mereka yang dinyatakan PDP diharuskan menjalani swab atau tes Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 sebanyak dua kali.
Awal wabah ini, tim medis Covid-19 harus mengajukan sampel ke tim ditingkat provinsi. Selanjutnya, tim provinsi kemudian mengajukan sampel-sampel tersebut ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk dilakukan uji laboratorium. Hasil uji laboratorium PCR, tak bisa keluar dalam waktu sehari atau dua hari. akan tetap bahkan bisa memakan waktu satu minggu. Sehingga wajar, ketika ada pasien PDP meninggal dunia, hasil terkonfirmasi positif keluar seminggu setelah pasien PDP meninggal itu dimakamkan.
Seiring waktu berkembang, Pemerintah Provinsi NTB mendapat droping alat PCR dari Kemenkes, untuk bisa melakukan uji laboratorium sendiri di Laboratorium Rumah Sakit Provinsi dan Rumah Sakit Unram. Hasilnya pun bisa lebih cepat diketahui masyarakat, ketimbang sebelumnya saat masih ditangani pusat. Setiap harinya, tim laboratorium harus memeriksa ratusan sampel yang dikirim dari 10 kabupaten kota di NTB.
Lotim sendiri, memiliki dua alat untuk mendeteksi penyakit TB (Tuberkulosis), yang merupakan bantuan dari pusat. Alat tersebut, bisa digunakan mendiagnosis Covid-19, namun harus menggunakan cartridge Covid-19. Alat tersebut, saat ini akan digunakan tim kesehatan, untuk mendiagnosa atau menswab setiap yang dinyatakan PDP. Artinya, Lotim akan bisa lebih cepat mengetahui hasil setiap dilakukan uji laboratorium.
Meski kelengkapan dua alat PCR yang ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedjono Selong dan RSUD Labuhan Haji telah tiba, namun tak bisa dioperasionalkan langsung begitu saja. Kendati tim kesehatan di Lotim, sudah memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai, untuk mengoperasionalkan alat tersebut. Melainkan terlebih dahulu harus dilakukan verifikasi oleh tim ahli dari Kementerian Kesehatan dan lainnya.
“Insya Allah setelah dilakukan verifikasi tim ahli, minggu depan akan dioperasionalkan. Alat PCR ini juga penting, untuk mengatasi kepulangan mahasiswa dan pekerja diluar daerah dan lainnya,” kata HM Juaini Taofik Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim. (*)