LOBAR—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, memberikan apresiasi tinggi terhadap kemajuan pendidikan serta pembinaan karakter para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat. Ia bahkan menegaskan pentingnya percepatan pembangunan gedung sekolah permanen di Kecamatan Kuripan demi menampung lebih banyak anak yang membutuhkan untuk mengenyam pendidikan layak.
Tidak dimungkiri, saat ini aktivitas pembelajaran dan pengasuhan siswa masih menumpang di fasilitas milik Sentra Paramita Mataram. Keterbatasan ruang kelas dan fasilitas asrama membatasi kapasitas sekolah dalam menerima lonjakan pendaftar baru, terutama untuk jenjang kelas VII.
“Kami berharap dalam dua tahun ke depan Lombok Barat sudah memiliki gedung Sekolah Rakyat sendiri, sehingga tidak lagi menumpang di Sentra Paramita maupun harus bergantung pada fasilitas di kabupaten lain,” tegasnya saat menghadiri kegiatan Open House SRMP 18 Lombok Barat yang berlangsung di Aula Sentra Paramita, Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Sabtu (17/10).
Komunikasi dan koordinasi intensif dengan Kementerian Sosial terus dilakukan Pemkab Lobar demi mempercepat realisasi proyek pembangunan fisik permanen sekolah tersebut. Terlebih, Pemkab Lobar sudah mengajukan alih fungsi lahan untuk pembangunan sekolah itu dan mengeluarkannya dari LP2B.
Wanita yang akrab disapa Ummi Nurul itu berpesan agar para siswa tetap sungguh-sungguh menuntut ilmu, menjaga akhlak mulia, serta menghormati orang tua dan guru. Ia memotivasi anak-anak agar tidak berkecil hati dengan kondisi ekonomi keluarga, sebab cita-cita tinggi dapat diraih melalui kerja keras dan ketekunan.
“Sekolah Rakyat ini keren. Ini membuktikan bahwa anak-anak kita memiliki potensi besar jika diberikan kesempatan, pendidikan yang layak, dan lingkungan yang mendukung,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan program Sekolah Rakyat merupakan bentuk konkret dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Lebih dari sekadar pencapaian akademik, pola pendidikan di sekolah ini dirancang menyeluruh. Pembinaan difokuskan pada penguatan karakter, kecerdasan emosional, hingga aspek spiritual melalui pembiasaan ibadah dan disiplin harian.
Sementara itu, Kepala Sentra Paramita Mataram, Arif Rohman, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai langkah strategis pemerintah dalam mengangkat harkat dan martabat masyarakat melalui jalur pendidikan terintegrasi dan berkelanjutan. Meski seluruh kebutuhan siswa baik pendidikan, tempat tinggal, hingga perlengkapan belajar ditanggung pemerintah, Arif menekankan keterlibatan aktif dari lingkungan keluarga juga dibutuhkan dalam mendukung semangat anak.
“Apa yang telah diberikan oleh Presiden dan Kementerian Sosial tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila orang tua tidak ikut mendorong anak-anaknya untuk menjadi lebih disiplin, berani, dan pantang menyerah,” pungkasnya. (Win)

