JALUR PENDAKIAN: Kondisi di puncak Gunung Layur jalur Kumbi yang rencananya akan menjadi bagian dari jalur pendakian Rinjani dari pintu masuk Dusun Kumbi Desa Pakuan Kecamatan Narmada. (IST/RADAR MANDALIKA)

LOBAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) menguji coba jalur purba Dusun Kumbi Desa Pakuan Kecamatan Narmada menuju Gunung Rinjani.

Demi memantapkan persiapan untuk rencana pembukaan rute baru jalur pendakian Rinjani dari Lobar. Belum lama ini, melalui Dusun Kumbi sudah dirintis jalur pendakian menuju Gunung Layur yang dipercaya masih merupakan bagian dari tubuh Gunung Rinjani Purba.

Uji Coba pendakian itu dilakukan tim Jelajah Lingkar Rinjani Dinas Pariwisata Lobar, Sabtu (13/5) lalu.

“Tim yang berjumlah 16 orang pendaki ini terdiri dari jajaran Dispar, Bea Cukai Mataram, Pokdarwis Pakuan dan Lembah Sempage, Mahasiswa Pecinta Alam, pemandu lokal, dan masyarakat,” terang Kepala Dispar Lobar, HM Fajar Taufik, Minggu (21/5).

Ia menjelaskan rutenya berangkat dari pintu masuk hutan Tahura Nuraksa Kumbi. Menggunakan kendaraan khusus berupa sepeda motor yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa melalui jalur hutan selama satu jam. Sampai ke titik awal pendakian yang diberi nama oleh masyarakat setempat dengan sebutan Kopi Pangkas.

“Tidak disarankan memakai kendaraan pribadi, karena selain kawasan hutan yang masih sangat lebat, jalur yang dilalui juga tergolong cukup sulit karena didominasi jalur tanah yang tidak rata, berlumpur dan banyak akar pohon yang akan sangat menghambat perjalanan,” jelasnya.

Perjalanan selama 7-8 jam harus ditempuh untuk sampai ke pos perkemahan. Selama perjalanan, suasana hutan Tahura yang masih sangat lebat nan asri akan memanjakan pendaki. Jadi jangan khawatir saat matahari sedang terik pun kita akan tetap merasakan sejuk karena dipayungi pepohonan yang tinggi menjulang. “Jika beruntung, saat dalam perjalanan kita akan menjumpai beberapa jenis flora atau tumbuhan langka seperti aneka jenis anggrek juga tumbuhan-tumbuhan dan pohon-pohon khas hutan lainnya seperti paku-pakuan, pakis, pinus dan cemara,” bebernya.

Selain aneka tumbuhan dan pepohonan, berbagai jenis satwa juga bisa dijumpai selama perjalanan, ada rusa hutan yang kini sudah semakin langka, serta aneka jenis burung yang akan mengiringi sepanjang perjalanan. Jalur yang dilalui selama di dalam hutan pun bervariasi. Mulai dari medan yang landai, menurun hingga menanjak namun masih aman untuk dilalui.

Di sejumlah titik juga sudah terdapat sumber air. Merujuk dari sumber air ini lah para perintis membuat beberapa pos untuk beristirahat. “Namun karena jalur ini relatif masih sangat baru dan petunjuk arah masih sangat minim, jadi setiap pendaki yang mau menjajal jalur ini disarankan melibatkan pemandu setempat dalam kegiatan pendakiannya,” ucapnya.

Setelah berjalan selama 7-8 jam, pendaki dapat bermalam di pos perkemahan dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalan menuju puncak Gunung Layur. Untuk bisa menikmati sunrise di puncak Gunung Layur, pendaki disarankan memulai perjalanan sekitar pukul 2 dini hari, karena perjalanan dari pos perkemahan sampai ke puncak Gunung Layur bisa memakan waktu sekitar empat jam. “Jadi jika dikalkulasikan, waktu yang ditempuh dari titik awal pendakian (Kopi Pangkas, red) hingga ke puncak Gunung Layur bisa menghabiskan waktu sekitar 11-12 jam perjalanan normal dengan total trek sepanjang 11,5 km,” pungkasnya. (win)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 423

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *