Terkumpul Hasil Razia Masker 61 Juta

F Masker

TILANG: Sejumlah pengguna jalan kena tilang tidak menggunakan masker di Mataram.

DPRD NTB Sentil Pemprov

MATARAM – Hasil razia masker cukup besar di NTB. Terkumpul uang hasil denda tidak menggunakan masker Rp 61.460.000 dan kini masuk menjadi kas daerah atau PAD.

“Ini posisi terakhir penerimaan denda Masker bulan September dan Oktober,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian dan Pembinaan Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB, M Ikhwan Abbas di Mataram, kemarin.

Ikhwan mengatakan, sebagaimana diketahui denda yang terkumpul itu menjadi pemasukan daerah atau PAD. Artinya uang masyarakat itu ditampung di kas daerah dan akan dibelanjakan untuk kepentingan masyarakat NTB. Sementara itu denda yang telah terkumpul itu berdasarkan jumlah pelanggaran yang dilakukan baik oleh masyarakat langsung maupun dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 599 orang dimana masyarakat biasa 580 orang dan dari ASN sendiri ada 19 orang yang terjadi di tujuh kabupaten kota di NTB.

Rinciannya, pelanggaran di kota Mataram sebanyak  184 orang dari masyarakat biasa lalu ASN-nya berjumlah 11 orang dengan nominal Rp 20.400.000. Berikutnya pelanggaran kedua terbanyak di Lombok Timur dengan jumlah 188 masyarakat biasa dan dua ASN dengan jumlah denda Rp 19.600.000.

Lombok Barat ada 77 pelanggaran dan semuanya dari masyarakat biasa dengan denda yang terkumpul sebanyak Rp 7.700.000. Diikuti Lombok Tengah dengan jumlah pelanggaran 71 dari masyarakat biasa dan dua dari ASN dengan denda yang terkumpul Rp 7.500.000. Kabupaten Bima di urutan pelanggaran berikutnya 37 pelanggar dengan denda yang terkumpul Rp 3.700.000. selanjutnya Lombok Utara hanya 11 pelanggar dengan denda terkumpul sebanyak Rp 1.600.000 dan terakhir kota Bima 7 pelanggar dari masyarakat dan 4 dari ASN dengan denda yang terkumpul sebanyak Rp 960.000.

Dari setiap razia yang dilakukan tim gabungan tidak lepas dari keikutsertaan pihak Bappenda sendiri. “Denda yang didapatkan di lapangan langsung dimasukkan ke pendapatan daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, razia masker dilakukan pemerintah dinilai belum mampu mencegah penularan Covid-19 oleh DPRD NTB. Justru dewan merasa miris dengan razia tersebut dimana masyarakat yang tidak tahu apa-apa tentang kehadiran Perda nomor 7 tahun 2020 tentang penanggulangan Penyakit Menular tiba-tiba kena razia lalu didenda.

“Sebenarnya dengan razia ini kami merasa miris tidak akan efektif,” sentil Politisi PDIP, Ruslan Turmuzi.

Tidak hanya itu, meski razia masker masif dilakukan justru tidak membuat angka Covid-19 di NTB makin menurun. Yang terjadi malah semakin hari semakin tinggi kasus yang terpapar Covid-19 itu. Update data Covid-19 di NTB 4 Oktober diangka 3.437. Yang terkonfirmasi masih dalam isolasi 526 orang. Sementara angka yang sembuh 2.708 dan yang meninggal 203.

“Tren Covid-19 ini makin hari makin naek,” kata Dewan Dapil VIII Loteng itu.

Ruslan melihat Pemerintah hanya masif sosialisasi diawal saja dan itu pun mereka gencar sosialisasi lewat media masa. Seharusnya pemerintah harus terus turun di desa desa mengenakan protokoler kesehatan Covid-19. Berdasarkan pantauan Ruslan yang melangsungkan reses baru dua hari ini, masyarakat masih belum begitu paham dan sadar tentang Covid-19 ini apalagi sampai mereka harus mengikuti protokol Kesehatan Covid-19.

“Mestinya harus ada sosialisasi kepada masyarakat di desa-desa bagaimana protokol Covid-19 itu harus dijalani dengan sungguh-sungguh,” ungkap Ruslan.

Bagi masyarakat pedesaan memakai masker belum terbiasa. Padahal manfaat penting memakai masker supaya bisa saling menjaga satu sama lain dari penyakit tersebut terlebih salah satu jalan penyebaranya dengan droplet (percikan). Namun bagi Ruslan bukan harus menyalahkan masyarakat justru sejauh mana peran pemerintah memberikan edukasi pemahaman di tingkat bawah.

“Jangan hanya sosialisasi di media saja, gencar di permukaan saja tapi kenyataannya  banyak sekali masyarakat kita yang belum dapat mengerti menganggap memakai masker itu hal yang tidak biasa bagi mereka,” sebutnya.(jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Labangka Akan jadi Lumbung Pangan NTB

Read Next

Menyambangi Ibu-ibu Pengrajin Ketak di Dusun Kandong

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *