Subsidi Pinjaman untuk Berantas Rentenir

F H RUMAKSI SJ scaled

H Rumaksi SJ

LOTIM – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) membuat satu terobosan dalam usaha mengentaskan kemiskinan di daerah ini. Salah satu terobosan tersebut bekerjasama dengan perbankan, dengan memberikan subsidi pinjaman terhadap masyarakat Lotim yang meminjam dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), untuk pembelian ternak. Tahap pertama, diberikan pada 5000 peternak.

Program ini, selain mengentaskan kemiskinan, juga untuk memberantas praktek rentenir. Karena selama ini, masyarakat untuk mendapat akses modal, lebih mudah direntenir. Kendati harus mengembalikan dua sampai tiga kali lipat.

Wakil Bupati Lotim H Rumaksi SJ, pada awak media kemarin menjelaskan, program kerjasama KUR ini, untuk memberikan kemudahan pada masyarakat Lotim, agar memiliki sumber penghasilan melalui ternak. Nantinya, satu peternak bisa mendapat pinjaman KUR sebesar Rp 15 juta. Masyarakat hanya mengembalikan pokok pinjaman saja, sementara yang mensubsidi bunga pinjaman adalah pemerintah. “Untuk tahap pertama ini, kita fokus pada 5000 peternak dulu,” katanya.

Lanjut Rumaksi, adanya program ini untuk memberikan spirit terhadap masyarakat, agar bisa membangun ekonomi keluarga lebih baik. Karena program ini tanpa agunan, karena yang memberikan jaminan tersebut ialah pemerintah. Yang tak kalah penting, program ini memberikan pilihan pada masyarakat, apakah akan lebih memilih rentenir atau program pemerintah. “Jadi kembali pada masyarakat, mau pilih rentenir atau pilih KUR yang disubsidi pemerintah,” tegasnya.

Untuk 5000 peternak ini, pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar. Anggaran itu, untuk subsidi pinjaman KUR. “Uang kita ada, jadi akan terus kita anggarkan untuk subsidi KUR. Sehingga kedepan akan terus bertambah. Dengan demikian, angka kemiskinan akan dapat terus kita turunkan,” ungkapnya.

Selain itu ungkap Rumaksi lebih jauh, pemerintah juga membuat program asuransi peternak. Maksudnya, manakala ternak sapinya mengalami pencurian, atau sakit dan mengakibatkan harua dipotong paksa, maka peternak sapi tersebut dapat melakukan klaim asuransi. “Untuk asuransi peternak ini, sudah banyak yang masuk dalam program tersebut. Untuk masuk asuransi ini, pemerintah juga memberikan subsidi,”pungkasnya. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dewan Mataram Awasi Proyek Fisik

Read Next

Jaringan Perpipaan Leong Bukan untuk ke Tiga Gili

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *