Sosok TGH Habib Ziadi Thohir

F TGH Habib Ziadi Thohir

PADA momen Pilkada serentak 2020 ini, TGH Habib Ziadi Thohir memutuskan tampil dan siap menjadi pemenang di perebutan kursi orang nomor satu di Gumi Tastura.

Bahkan sekarang, Habib atas dukungan dan masukan banyak pihak. Memutuskan maju sebagai bakal calon Bupati (Bacabup). Bukan sebagai calon nomor dua lagi. Langkah ini diambil atas dasar masukan dan pandangan banyak pihak.

Pertanyaannya, siapa sosok TGH Habib Ziadi Thohir ini?

Dari data dikumpulkan Radar Mandalika, Habib awalnya merupakan siswa yang pernah duduk di bangku MI NW 2 Pancor. Selanjutnya melanjutkan di MTs Muallimin NW Pancor dan MAN 2 MAKN Mataram.

Tamat di MAN 2, Habib terbang ke Pulau Jawa, dan masuk Mahad Aly Isy Karima, Jawa Tengah. Lanjut di Mahad Aly An Nuaimy, Jakarta, IAI Al Aqidah Jakarta dan melanjutkan S2 di UIN Mataram.

Catatan yang berhasil dikumpulkan Radar Mandalika. Setelah kepulangannya dari pengembaraan ilmu dan pengalaman, Habib Ziadi Almantuli terus berusaha untuk mengamalkan dan mengembangkan ilmu dan pengalamannya kepada masyarakat, khususnya masyarakat di Pulau Lombok. Habib kemudian melanjutkan estafet perjuangan Datuknya, TGH Abdillah Ibrahim dan paman sekaligus mertuanya, TGH Ahmad Izzudin Habib, melalui Lembaga pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah Praya.

Lanjut, TGH Habib melalukan pembenahan guna membesarkan Pondok Pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah Praya, mulai dari bidang pembangunan fisik Pondok dan madrasah, juga yang tak kalah pentingnya pengembangan dalam bidang sistem pendidikan.

Berbagai terobosan dan usaha digalakkannya, bekerjasama dengan berbagai instansi pemerintahan, baik dalam daerah, luar daerah, bahkan kerjasama dengan luar negeri. Seperti kerjasama dengan Australia dalam program Brigite School, kunjungan sekaligus studi banding beberapa Guru Madrasah ke Australia, dan juga menerima kunjungan beberapa tenaga pendidikan dari Australia.

 Bukan hanya itu, Madrasah Mispalah juga seringkali dikunjungi oleh tamu dari luar negeri seperti, Arab Saudi Mesir, Sudan, Yaman, dan beberapa sekolah di Holland, Belanda. Hal ini tak lepas dari sosok muda TGH Habib, sang mantul yang sangat peduli dengan pendidikan, sosial dan dakwah.

Para santri juga pernah ikut program pertukaran pelajar ke Amerika. Pesantren Mispalah juga berkerja sama dengan Muslim Singapura, untuk setiap tahunnya mengadakan program tebar qurban yang menjangkau lebih daru 10 ribu kepala keluarga (KK).

 Selain itu, Pesantren Mispalah juga aktif dalam aksi kemanusiaan setiap musibah di tanah air dengan melakukan penggalangan dana. HZT singkatan kerennya, selaku bendahara Forum Kerja Sama Pondok Pesantren Loteng, Bendahara Badan Komunikasi Muballigh Indonesia (Bakomubin) Loteng, dan juga Ketua Lajnah Dakwah NW Loteng, sekaligus Ketua Sinar 5 Care Loteng sebagai kader pesantren tulen, berhajat maju sebagai duta pesantren di ajang Pilkada Loteng 2020.

Baginya, tugas seorang pemimpin bukan hanya sekadar melayani masyarakat, dalam kebutuhan jasmani atau material saja, namun seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang juga memperhatikan keseimbangan kebutuhan rohani atau spiritual masyarakat yang dipimpinnya. Gambaran masyarakat yang tercukupi kesejahteraan jasmani dan rohani, adalah masyarakat pada era baginda Rasulullah SAW dan para sahabat. Rasulullah SAW pernah berasabda, sebaik baik zaman adalah zamanku. 

Selanjutnya, Zaman Khulafaur Rasyidin. Setelah itu lahir pula pemimpin yang mampu menyeimbangkan kesejahteraan material dan spiritual rakyatnya, yakni pada masa khalifah, Umar bin Abdulaziz, yang mengikuti corak kepemimpinan datuknya, Umar bin Khattab. Pada masa itu, tergambar kedamaian dan ketenangan rakyat, bahwa kucing bersahabat dengan tikus, kemudian macan tidak mau memangsa isi hutan lainnya, serigala berdampingan hidup dengan kambing, pintu pintu rumah tidak dikunci, hewan peliharaan tidak dijaga, karena saking sejahteranya rakyat, pencuri tidak ada, copet tidak ada, penjara lengang. Bagi TGH Habib Ziadi, bukan tidak mungkin zaman seperti itu bisa terjadi lagi, walaupun tidak bisa menyamainya, namun paling tidak sekian persen harapan itu bisa diikuti jejak pijaknya.

Maka, di era arus globalisasi ini, TGH Habib Ziadi mengajak masyarakat untuk menyongsong Pilkada tahun ini dengan Pilkada Lombok Tengah yang bermartabat, aman damai, jujur dan adil. Agar terlahir pemimpin yang mampu mentauladani kiprah pemimpin yang terdahulu, seperti penggalan kalimat diatas. Baginya, semua calon baik, semuanya punya hasrat dan cita-cita serta visi misi demi kemajuan masyarakat Lombok Tengah.

“Semua calon juga tidak ingin melihat Lombok Tengah tertinggal dari daerah daerah lain,” kata HZT. (*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Tok, tok, tok, Oknum Dosen UNRAM Diskor 5 Tahun

Read Next

HARUM Kantongi SK PPP dan Golkar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *