SMPN 2 Gunungsari Dipenuhi Lumpur

F BENCANA AA

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA GROUP TURUN: Ketua DPRD Lobar, Hj Nurhidayah (baju putih) dan Anggota DPRD Lobar Saeun (baju hitam) didampingi pihak sekolah dan TNI melihat kondisi SMPN 2 Gunungsari pascabanjir surut, kemarin.

LOBAR–Dampak banjir yang merendam SMPN 2 Gunungsari Minggu (1/3) membuat aktifitas belajar mengajar lumpuh total, kemarin. Pasalnya seluruh ruang kelas dipenuhi lumpur. Bahkan dinding bangunan sekolah sementara itu jebol. Akibatnya para siswa hari itu dipulangkan lebih cepat.

Berdasarkan pemantauan Koran ini, para anggota TNI turun membantu memindahkan bangku dan meja dari ruang kelas. Disamping mencoba membersihkan lumpur yang masuk. Sebab banjir yang terjadi sore itu mencapai tinggi sepinggang orang dewasa. Maklum saja lokasi bangunan kelas sementara yang berada di kawasan Desa Ranjok Gunungsari itu lebih rendah dari jalan raya. Selain itu berdekatan langsung dengan sungai. Alhasil itensitas hujan yang begitu deras akhir pekan itu membuat sungai meluap hingga merendam bangunan sekolah itu.

Ketua DPRD Lobar, Hj Nurhidayah dan Anggota DPRD asal Gunungsari, Saeun turut turun ke lokasi bencana. Para wakil rakyat itu melihat langsung kondisi dampak bencana akhir pekan itu.

Para Dewan Giri Menang itu begitu memperihatinkan kondisinya sekolah itu yang tak layak dipergunakan pascabanjir.

“Sebenarnya tidak banjir juga, ruang belajar sementara ini tidak layak. Karena ternyata tanah (ruang kelas) tidak diplester sama sekali, berarti berdebu saat kering, apalagi kodisi banjir begitu,” Ungkap Nurhidayah disela meninjau kondisi SMPN 2 Gunungsari, kemarin.

Dampaknya, kata politisi Gerindra itu, sangat dirasakan para murid. Karena merasa tidak nyaman bersekolah lagi.

Atas kondisi itu, Ia akan segera meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) turun ke lokasi. Agar pihak PU memikirkan berbagai aspek bencana dalam membangun struktur gedung baru SMPN 2 Gunungsari itu. Mengingat tahun ini Pemkab Lobar sudah mengaggarkan pembangunan gedung baru bagi sekolah itu.

“Jadi dia (PU) harus tahu kalau daerah ini rawan banjir, sehingga bagaimana nanti mencari solusi agar sekolah itu tidak terendam banjir lagi,” pintahnya.

Selain itu, pihak Dinas PUPR pun harus menalud sungai sebelah sekolah itu lebih tinggi lagi. Agar jika kembali hujan air sungai tidak akan meluap keluar.

“Kemudian juga ada jembatan (tak jauh dari sekolah) yang terlalu rata dengan jalan itu juga potensi air sungai meluar. Apakah itu juga ditinggikan atau gimana, itu juga menjadi solusi,” jelasnya.

Anggota DPRD Lobar Daerah Pemilihan (Dapil) Gunungsari-Batulayar, Saeun juga mengingatkan pihak dinas PUPR. Agar meninggikan lebih dahulu pondasi bangunan sekolah setara dengan jalan. Termasuk dengan lapangan sekolah itu. Sebab ia menilai akan percuma jika bangunan baru dibangun namun masih dengan posisi sekolah yang rendah.

“Percuma kalau hanya bangunan sekolah saja ditinggikan kalau lapangan juga ndak. Harus tingginya sama dengan badan jalan,” tegas politisi PAN itu.

Sementara itu Kepala SMPN 2 Gunungsari, Sahrullah mengaku terpaksa memulangka siswa kelas VII dan VIII lebih awal. Terkecuali kelas IX yang harus mengikuti geladi bersih UNKB diruang guru. Tak bisa dipungkiri kondisi itu membuat para siswa IX itu tidak nyaman.

“Ya tidak nyaman, sangat ternggu (belajar mengajar),” bebernya.

Untuk penanganan sementara, pihaknya sudah mengusulkan bantuan pasir tanah urug kepada pihak Kecamatan. Selnjutnya ditindaklanjuti kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar. Untuk menimbun seluruh lumpur yang ada di ruang keras. Sehingga bisa padat kembali.

“Mudah-mudahan April nanti katanya sudah mau dibangunkan (gedung sekolah baru). Tapi sementara ditimbung dengan pasir dulu sudah bisa (mulai aktifitas),” harapnya.

Konsultasi dengan konsultan pembangunan Gedung SMP itu juga sudah dilakukan pihaknya. Agar pembangunannya juga memikirkan aspek bencana banjir itu. (win)



0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Demi Sabu, Residivis Nyolong Lagi

Read Next

Sekda Perketat Perjalanan Dinas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *