Seorang Perawat di Puskesmas Ampenan Positif Korona

WhatsApp Image 2020 05 08 at 00.36.59

IST/RADARMANDALIKA.ID Berikut pengumuman yang ditempel di Puskesmas Ampenan.

MATARAM – Kabar mengejutkan datang dari Kota Mataram. Seorang perawat di Puskesmas Ampenan Kota Mataram terkonfirmasi positif Covid-19, Kamis (07/5) malam. Akibatnya, Puskesmas Ampenan ditutup sementara mulai Jumat (08/5) sampai batas waktu belum ditentukan. Pasien positif itu, perempuan inisial SW, 35 tahun warga Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela.

 “PKM Ampenan ditutup hari ini sampai info berikutnya,” terang Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa saat dikonfirmasi media ini via wa.

Pihak puskesmas setempat sudah menempelkan informasi atau pengumuman penutupan tersebut secara tertulis. Dengan tulisan, pengumuman kepada seluruh warga masyarakat wilayah kerja Puskesmas Ampenan untuk sementara waktu mulai 8 Mei 2020 sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Diketahui pasien SW disebut tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit virus korona. Namun, yang bersangkutan diketahui memiliki kontak erat dengan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) dari Gowa, Sulawesi Selatan. Pemkot Mataram saat ini terus mengantisipasi kasus transmiter lokal.

“Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dalam kondisi baik,” sebut Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh, lewat rilis resminya yang diterima, Kamis (07/5) malam.

Bersamaan dengan SW, Pemkot Mataram juga mengkonfirmasi delapan kasus baru pasien positif Covid-19 lainnya. Selain itu juga ada tiga tambahan pasien yang dinyatakan sembuh. Kasus positif Covid-19 di Kota Matarm semakin bertambah dan bahkan tertinggi di NTB. Pun pasien sembuh juga semakin bertambah.

Dengan tambahan pasien tersebut, data per 7 Mei 2020, jumlah pasien positif di Kota Mataram mencapai 111 orang. Dengan rincian, 84 pasien masih dalam perawatan, 24 pasien sudah sembuh, dan 3 pasien meninggal.

Karenanaya, masyarakat diminta patuhi edaran dan imbaun pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Masyarakat menerapkan social dan physical distancing, hindari keramaian, kurangi aktifitas di luar rumah, dan wajib memakai masker. Kemudian rajin cuci tangan dengan sabun, gunakan hand sanitizer, dan terapkan pola hidup sehat.(zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

SPBN Awang Mangkrak, Nelayan Beli BBM dengan Cara Kucing-kucingan

Read Next

Satgas Covid-19 NU NTB Peduli Disabilitas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *