banner 300x600

Seorang Pendaki Gunung Rinjani Jatuh dan Patah Tulang

  • Bagikan
F EVAKUASI
IST / RADAR MANDALIKA EVAKUASI : Korban terjatuh dan mengalami patah tulang lengan, saat dievakuasi petugas gabungan, dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), sabtu (3/7) lalu.

LOTIM – Seorang pendaki Gunung Rinjani, Tri Delas Akbarriyanto warga Desa Gunung Sari Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat (Lobar), terjatuh saat dalam perjalanan pulang. Beruntung nyawa pendaki tersebut selamat. Meskipun mengalami patah tulang bagian lengan kanan. Kejadiannya, sekitar pukul 19.00 Wita, (3/7) lalu.

Informasi diterima, dari pengakuan teman korban pada petugas dari Tim SAR dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, korban pergi mendaki bersama empat orang teman lainnya. Pada saat perjalanan pulang, korban kabarnya paling depan meninggalkan teman-temannya, dari jalur Danau Segara Anak.
Kabarnya, mereka telah cek in untuk balik dari pendakian menuju Sembalun. Dalam perjalanan pulang itu, diperkirakan korban mengambil jalur berbeda, atau salah jalur. Sehingga, di sekitar longsoran jambatan pertama dari Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, korban terjatuh mengakibatkan lengan tangan kanannya patah. Jaraknya, sekitar 800 meter dari Pelawangan.
BPBD Lotim yang mendapatkan informasi pendaki jatuh, khususnya Bidang Kedaruratan BPBD langsung menerjunkan TRC. Melibatkan tim SAR, petugas pemadam kebakaran dan keselamatan, serta porter, diterjunkan untuk melakukan evakuasi korban. Disana, korban berhasil diselamatkan, dan menemukannya dalam kondisi patah tulang bagian lengan kanan.
“Alhamdulillah, korban berhasil kita evakuasi ke pos Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Korban dijemput keluarganya di Pos tersebut,” kata Iwan Setiawan, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim, pada awak media via ponselnya, kemarin.
Pada kesempatan itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang melakukan pendakian Rinjani, atau pun mendaki bukit-bukit di kawasan TNGR, agar tetap berhati-hati. Kelompok pendakian juga harus diperhatikan, jangan sampai terlepas dari satu kelompok itu, menghindari terjadinya pendaki tersesat jalan, seperti yang dialami korban.
“Kasus yang menimpa korban pendakian ini, jadi pelajaran berharga agar lebih berhati-hati ketika melakukan pendakian,” imbaunya. (fa’i/r3)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *