Senin Besok, Mediasi Kedua Anak Kandung Gugat Ibunya

WhatsApp Image 2021 05 10 at 22.49.01

Foto Tim radarmandalika.id WAWANCARA: Tim Radar Mandalika Group saat wawancara khusus dengan tergugat Senah alias Inaq Karyati, Senin pekan lalu.

PRAYA-Senin tanggal 17 Mei 2021 merupakan mediasi kedua oleh majlis hakim perkara anak kandung gugat ibunya gara-gara tanah warisan di Pengadilan Agama Praya.

Tergugat Senah alias Inaq Karyati, 67 tahun warga Dusun Lendang Are I Desa Lendang Are, Kecamatan Kopang. Sementara penggugat Yusriadi, 40 tahun warga setempat. Adapun luas lahan yang dipersoalkan awal dijual Senah 13 are. Tanah ini dijual seharga Rp 260 juta. Tanah ini dijual atas dasar dukungan lima anaknya kecuali penggugat yang merupakan anak ketiga dari enam bersaudara.

“Senin itu mediasi kedua, kalau mentok akan ada mediasi ketiga,” ungkap kuasa hukum tergugat, Apriadi Abdi Negara yang dihubungi radarmandalika.id.

Sementara itu tergugat, Senah awalnya mengaku kecewa dengan sang anak yang tega menggugat dirinya. Lebih-lebih hanya gara-gara tanah 2 are yang diminta penggugat. Padahal tanah dijual untuk biaya pengobatan almarhum ayahnya, biaya mengurus kematian, badal haji almarhum ayah, daftar haji ibu dan tebus tanah yang digadai ayah.

“Hanya dia saja yang keberatan. Saudara yang lain tidak ada, padahal hak tanah sudah dibagi Cuma minta lagi di tanah 13 are ini,” ungkap Inaq Karyati di kediamannya, Senin pekan lalu.

Inaq Karyati menerangkan, dari gugatan yang dimasukan sang anak. Ia mengaku dengan ihlas akan menghadapinya. Namun ia tidak percaya si anak tega melakukan ini semua.”Saya tidak tahu siapa yang mendorong dia gugat saya. Padahal saya ini ibu kandungnya,” ceritanya.

Ia menambahkan, selama ini sang anak mulai jauh darinya. Tidak seperti saudara lain mau datang ke rumah orangtua. Padahal jarak rumah hanya kurang lebih 5 meter.”Itu rumahnya,” katanya sembari menunjukkan.(red)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kepala Kantor SAR Pantau Wilayah Perairan Lombok

Read Next

Aktivis di NTB Kecam Tindakan Militer Israel

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *