SEMANGAT: Suasana Perlombaan Mewarnai untuk anak “Kreasikan Warna, Lestarikan Budaya” berlangsung di Ballroom Aruna Senggigi, Minggu (6/9).(IST)

LOBAR — Dalam rangka memeriahkan ulang tahun ke-10, Aruna Senggigi Resort & Convention kembali menggelar agenda tahunan Lomba Mewarnai Anak pada Minggu (6/9). Berlangsung di Ballroom Aruna Senggigi, kegiatan ini mengusung tema “Kreasikan Warna, Lestarikan Budaya”. Tema itu diambil Aruna sebagai bentuk komitmen mengenalkan kearifan lokal kepada generasi muda sejak dini.

Aruna selalu sukses menjaring antusiasme masyarakat untuk ikut; sebanyak 198 peserta dari tingkatan Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) mengikuti acara itu. Tidak sekadar Lobar, kegiatan itu juga bagian edukatif bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas, mengasah kedisiplinan, sekaligus mendekatkan dengan budaya daerah.

General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, Yeyen Heryawan, menjelaskan ilustrasi gambar yang diwarnai para peserta mencakup kesenian tradisional lokal, seperti Gendang Beleq, tradisi Pereseian, hingga sejarah Kerajaan Sasak.

“Jadi, kita ingin memperkenalkan kepada adik-adik dari TK sampai SD itu biar mengenal lagi kebudayaan Sasak,” ujar Yeyen saat dikonfirmasi selepas acara.

PRESTASI: General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, Yeyen Heryawan, saat menyerahkan hadiah kepada juara pertama lomba mewarnai, Minggu (6/9).(IST)

Yeyen menegaskan, kegiatan ini bagian dari perayaan satu dekade Aruna Senggigi sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar.

“Agenda tahunan kami untuk mengadakan lomba mewarnai. Kami juga ingin memperkenalkan Aruna supaya dapat diterima oleh masyarakat, dan harapannya adik-adik dapat selalu melestarikan budaya Sasak,” lanjutnya.

Yeyen memastikan kegiatan ini bukan sekadar lomba biasa. Sebab, sertifikat penghargaan bagi para pemenang yang disiapkan ditandatangani langsung oleh Wakil Bupati Lombok Barat. Tidak hanya itu, hasil karya pemenang akan dibingkai dan dipajang di sejumlah fasilitas hotel, salah satunya di area perpustakaan (library).

Perlombaan dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan jenjang pendidikan, yakni Kategori A untuk tingkat TK, Kategori B untuk kelas 1 sampai 3 SD, serta Kategori C untuk kelas 4 sampai 6 SD. Seluruh peserta diberikan alokasi waktu yang sama, yaitu 1,5 jam, guna melatih kedisiplinan dalam merampungkan karya.

Bahkan, pihaknya melibatkan tiga juri yang memiliki kompetensi. Juri terdiri dari manajemen internal Aruna dan praktisi seni rupa berpengalaman unsur akademisi Universitas Bumi Gora serta perwakilan dari Balai Kesenian Taman Budaya Mataram. Aspek yang dinilai mencakup teknik pewarnaan, kerapian, kebersihan, serta tingkat kreativitas.

Guna menjaga kemurnian ide dan hasil karya anak, panitia bahkan tidak memperbolehkan para orang tua untuk menunggu di area perlombaan selama sesi berlangsung. Sehingga, para peserta dapat berimajinasi secara mandiri tanpa arahan langsung dari orang tua.

“Kita ingin memelihara, menjaga kemurnian hasil anak-anak. Makanya orang tua kita harapkan menunggu dan bersabar di luar, sehingga anak tidak terdistraksi. Setiap tahun hasilnya saya lihat semakin bagus, terutama yang kategori C, warnanya semakin kompleks dan bersih. Kami benar-benar teliti dalam menilai,” jelas Yeyen.

Selain sesi mewarnai, acara ini dilengkapi dengan berbagai kegiatan edukatif pendukung untuk menciptakan suasana yang interaktif bagi keluarga. Para peserta disuguhkan penampilan storyteller dari Teras Mayn, permainan bahasa bersama English Club, serta sesi kuis interaktif berhadiah.

Dukungan positif mengalir dari para orang tua murid yang hadir mendampingi. Subandi, salah satu orang tua peserta, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan acara ini karena memberikan dampak positif bagi perkembangan mental dan rasa percaya diri anak.

“Kami senang sekali bisa ikut kegiatan ini. Anak saya dari awal sudah sangat bersemangat untuk mengikuti lomba dan menyelesaikan gambarnya. Menang tentu menjadi kebanggaan, tetapi yang lebih penting adalah anak mendapatkan pengalaman untuk berani ikut lomba, menunjukkan hasil karyanya, dan lebih percaya diri. Pengalaman seperti ini sangat baik untuk membentuk keberanian anak sejak dini,” tutur Subandi.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, berikut adalah daftar pemenang untuk masing-masing kategori:
Kategori A (Taman Kanak-Kanak)
Juara 1: Azzahra Radiyya Almeera
Juara 2: I Made Radika Pandya Naratama
Juara 3: I Gusti Agung Ayu Chandra Gamika
Kategori B (SD Kelas 1–3)
Juara 1: Baiq Syafarra Humaira
Juara 2: Milly Medina Valent
Juara 3: Himeka Tavisha Armina
Kategori C (SD Kelas 4–6)
Juara 1: Dafia Maheswari
Juara 2: Hero Alexander Xia
Juara 3: Khanza Nurul Inaya.

Melalui suksesnya penyelenggaraan acara ini, Aruna Senggigi Resort & Convention berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung kegiatan pendidikan anak dan pelestarian budaya lokal di Lombok Barat. (Win/ADV)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *