Sekda Gita: Prediksi Kita Meleset

F Sekda ntB Gita

JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Lalu Gita Ariadi

MATARAM – Pemerintah Provinsi akhirnya buka suara terkait rencana pengerjaan Jalan Lendangguar-Batu Rotok, Kabupaten Sumbawa yang dikerjakan melalui anggaran percepatan jalan provinsi dengan pola pembiayaan tahun jamak sepanjang 5 KM dengan pagu Rp 19,2 M.

Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi beralasan pengerjaannya disebabkan ada perkiraan teknis yang keluar dari pusat di tahun ini yaitu ada keputusan Menteri tentang peningkatan status jalan provinsi menjadi nasional, kabupaten menjadi Provinsi.

“Kita tunggu itu ternyata sampai sekarang belum keluar (SK Menteri) itu. Jadi prediksi kita meleset,” ungkap Sekda di Mataram kemarin.

Pemrov awalnya akan meneruskan pekerjaan itu. Namun saat ini SK tersebut belum kunjung keluar.

“Saya kira 2020 akan keluar,” katanya.

Gita menegaskan jika asumsi pertama meleset berarti Pemrov akan menarik (urung) pengerjaannya. Item pekerjaan sesuai Pergub 48 tahun 2020 revisi Pergub 46 tahun 2019 anggarannya akan dikembalikan semula.

“Kalau perkiraan kita melest kembali pada solusi pertama akan dikembalikan (dananya),” ulas mantan Kadis DPMPTSPD itu.

Ditanya proyek tersebut sudah masuk lelang, Sekda mengatakan pemerintah akan mencarikan solusi yang terbaik. Pemrov juga tidak ingin dalam pengejaran jalan itu rentan hukum.

“(Sudah masuk lelang?) nanti kita carikan solusi terbaik. (Ada dugaan pelanggaran?) Nanti kita carikan solusi terbaik. Kita dengarkan pendapat pengamat dan lain lain. Kita ingin yang terbaik,” ungkap Gita.

Sementara itu di komisi IV DPRD NTB masih menjadi perbincangan hangat. Mereka masih menyuarakan keras supaya Pemprov bekerja sesuai dengan regulasi. Pantauan koran ini terlihat beberapa anggota komisi IV sedang berbincang dengan mantan ketua Pansus Perda No 12 tahun 2019, Nurdin Ranggabrani yang juga mantan wakil rakyat. Dalam perbincangan tersebut terdengar bagaimana Komisi IV masih keras berbicara agar ruas jalan Lendangguar-Batu Rotok pengerjaannya tidak diteruskan. Sayangnya komisi IV berkelit pertemuan tertutup itu membahas mengenai Lendangguar-Batu Rotok.

“Kita bukan memanggil bukan juga mengundang (Nurdin Ranggabrani). Beliau datang. Lalu ada obrolan biasa. Jadi bukan (bahas Lendangguar-Batu Rotok) Anda salah dengar kali,” kelit ketua Komisi IV DPRD NTB, Ahmad Fuaddi ditemui koran ini usai rapat.

Fuaddi tidak menampik pihaknya menaruh atensi khsusus terhadap jalan yang dikerjakan melalui proyek Percepatan Jalan Provinsi itu. Bahkan komisi yang membidangi infrastruktur itu sudah berkali kali mengingatkan eksekutif.

“Sudah kita (kami) rekomendasikan dan sudah dismapaikan juga oleh teman temen (komisi). Pengerjaannya silahkan disesuaikan dengan apa yang tertuang dalam Perda,” ungkap politisi Golkar itu.

“Di rapat terakhir (bersama Mitra kerja) sudah juga disampaikan dari segi aturan Perda dan lain lain sudah jelas. Kalau dia (PU) lakukan itu berarti tidak sesuai dengan apa yang diamanatkan Perda. Masak mau kerja tidak sesuai dengan regulasi,” tambahnya.

Mantan anggota DPRD NTB, Nurdin Ranggabrani mengakui yang menjadi pembahasan mengenai Lendangguar-Batu Rotok. Dirinya selaku warga Sumbawa mempertanyakan kepada komisi IV kenapa bisa ada penganggaran untuk ruas jalan Lendangguar-Batu Rotok.

“Kita (kami) cuma lihat masalah penganggaran Lendangguar-Batu Rotok. Saya malah hearing kesini nanya. Saya nanya kesini. Bagaimana angaran itu kok diekspos dikoran. Kok bisa begitu. Saya datang nanya ke komisi. Kenapa begini,” ungkap Politisi yang dikenal mantan macan Udayana itu.

Politisi PPP itu mengatakan bisa saja ruas jalan itu dikerjakan jika caranya benar. Seperti diskresi tetapi seperti pendapat komisi IV tidak memenuhi syarat diskresi tersebut.

“Soal (kelanjutan) pengerjaannya. Ia tergantung komisi IV. Kalau dibilang tidak sesuai syarat diskresi. Saya hanya datang nanya bagaimana Lendangguar-Batu Rotok,” ungkapnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Bangunan SDN 2 Tengari Ambruk

Read Next

Alhamdulillah, JK Pastikan Terawih Bisa di Masjid

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *