Sabu Karang Bagu Gagal Masuk ke Sumbawa

F Narkoba 1

IST/RADAR MANDALIKA DIAMANKAN: Dua pelaku narkoba, AR dan SH yang berhasil diamanakan anggoa Satnarkoba Polresta Mataram, kemarin.

MATARAM — Anggota Satresnarkoba Polresta Mataram menciduk sopir angkutan antar pulau berinisial, AR 26 tahun dan juga kondekturnya berinisial SH, 33 tahun. Keduanya warga Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa Besar.

Dua orang ini ditangkap karena diduga sebagai kurir narkoba jenis sabu. Keduanya diduga akan membawa barang haram tersebut ke Pulau Sumbawa. Namun aksinya terendus dan digagalkan petugas.

‘’Keduanya kita tangkap dan amankan di sekitar Hotel Tepi Sawah di Dusun Tragtag, Desa Batu Kumbung Kecamatan Lingsar. Pelaku kami tangkap hari Sabtu tanggal 20 Juni sekitar pukul 17.30 wita,’’ ungkap Kasat Resnarkoba Polresta Mataram, AKP Elyas Ericson saat gelar jumpa pers di Mataram, kemarin.

Pelaku ditangkap setelah petugas menyelesaikan dua hari penyelidikannya. Di hari pertama, penggerebakan dilakukan langsung di kamar hotel. Awalnya petugas menemukan 5,21 gram kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu. Dari hasil pemeriksaan, petugas kembali lagi ke hotel keesokan harinya. Kedatangan petugas tidak sia-sia. Karena sabu dengan berat 45,94 gram ditemukan disebuah pohon di hotel itu.

‘’Sabunya ada yang disimpan di atas pohon. Kita dapatkan itu setelah kembali lagi kesana. Total sabu yang kita dapatkan 53,16 gram,’’ terangnya.

Dari introgasi singkat. Pelaku mengaku hanya menerima kiriman sabu dari Karang Bagu. Kemudian diletakkan di hotel tersebut. Sabu dikirim dari Karang Bagu. Keduanya hanya bertugas sebagai kurir untuk dibawa ke Sumbawa. “Pengakuannya, dia ini hanya kurir untuk dibawa ke Sumbawa,” ceritanya.

“Sudah ada bosnya yang menunggu di Sumbawa. Nilai sabu ini sekitar Rp 75 juta,’’ tambahnya.

Pelaku sebelumnya sukses membawa sabu ke Sumbawa. Sabu yang dibawa seberat 6 gram. Saat itu bayaran yang diterima Rp 2 juta. Pengiriman yang pertama minggu lalu dan sukses.

“Kalau sekarang dilihat dari jumlah barangnya. Upahnya itu bisa Rp 10 juta,’’ kata Elyas.

Kesehariannya, sopir dan kondektur ini membawa hasil bumi dari Denpasar ke Lombok. Kemudian ke Sumbawa membawa semen.

‘’Kedua pelaku sudah kita tes urin. Hasilnya positif,’’ katanya.

Atas perbuatannya itu, pelaku terancam dijerat pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), pasal 132 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pilkada Loteng, Pengamat: Lale Belum Terlambat

Read Next

Pansus Panggil Penyedia 2 Juta Masker

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *