Retribusi Parkir Pasar Barabali dan Pasar Hewan Lenyap?

  • Bagikan
HM Sidik Maulana
IST/RADAR MANDALIKA PERTANYAKAN: Anggota DPRD Loteng Dapil Batukliang - BKU, HM Sidik Maulana saat menjelaskan mengenai pengelolaan parkir, kemarin.

PRAYA – Retribusi parkir di Pasar Barabali dan Pasar Hewan di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang dipertanyakan.

Hal itu karena retribusi parkir di kedua tersebut hingga sekarang tidak jelas. Dinas terkait saling lempar untuk pengelolaan lahan parkir ini.

Anggota DPRD Loteng Dapil Batukliang-Batukliang Utara, HM Sidik Maulana menyatakan, pihaknya sangat serius mempertanyakan retribusi parkir di pasar yang ada di Desa Barabali.  Itu lantaran, belum ada dinas terkait yang mengaku mengelola lahan parkir di pasar ini.

“Ini harus diperjelas pada dinas terkait agar retribusi parkir pada Pemkab itu jelas. Jangan malah terkesan dibiarkan begitu saja,” ungkapnya, kemarin.

Ia menegaskan, meskipun parkir tersebut  tidak dikelola oleh dinas terkait seharusnya tidak menjadi persoalan. Asalkan, kata dia, retribusinya disetorkan ke daerah untuk meningkatkan PAD.

“Tapi kenyataan hingga sekarang retribusi parkir dari dua pasar ini belum ada yang disetorkan menjadi retribusi ke daerah, ”  tegasnya.

Ia mengaku, untuk persoalan parkir di dua pasar ini, pihaknya sudah memanggil dinas terkait guna mempertanyakan. Dari hasil koordinasi dengan beberapa dinas seperti Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Perhubungan (Dishub) mengakui tidak ada yang mengelola parkir itu.

“Dinas ini saling lempar. Mereka tidak ada yang mau ngaku mengelola lahan parkir tersebut hingga sekarang. Saya harapkan parkir kedepannya dikelola satu pintu agar jelas berapa jumlah retribusinya, ” cetusnya.

Sementara itu, Kabid Teknik dan Angkutan Dishub Loteng, Lalu Baehaki mengakui, pengelolaan parkir yang ada wilayah Loteng belum dikelola sepenuhnya oleh Dishub.  Pasalnya, beberapa titik parkir masih dikelola oleh beberapa dinas terkait.

Adapun beberapa titik parkir yang tidak kelola itu  diantaranya, Pasar Barabali di kelola oleh Disperindag, Pasar Hewan Barabali dikelola oleh Dinas Pertanian dan Peternakan dan beberapa titik parkir di kawasan wisata lainya.

“Selama ini memang penanganan parkir ini belum satu pintu, padahal  jika merajuk ketentuan, harusnya pengelolaan parkir dilaksanakan oleh OPD yang membidangi yaitu Dinas Perhubungan,” keluhnya.

Ia mengaku, dengan pengelolaan parkir yang masih melalui dinas terkait tersebut, membuat pihaknya tidak mengetahui berapa hasil retribusi yang didapatkan setiap tahunnya. Kemudian apakah retribusi ini disetorkan ke daerah atau tidak.

“Kami tidak berapa yang didapatkan dari hasil retribusinya. Karena bukan kami yang mengelola parkir di dua lokasi itu, ” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya menginginkan pengelolaan parkir ini menjadi satu pintu kedepannya, agar parkir yang ada di wilayah setempat bisa terkelola dengan baik.

Selain itu, pihaknya juga sudah membentuk tim, yang melibatkan aparat lainya guna melaksanakan penertiban di lapangan.

“Kami akan mencoba melakukan penertiban ke lapangan dalam waktu dekat. Agar semua parkir ini bisa langsung di kelola oleh Dishub nantinya,” ungkapnya.

Disinggung mengenai target retribusi parkir, Ia menjelaskan, target PAD dari retribusi parkir meningkat setiap tahunnya. Namun demikian, pihaknya pastinya tetap optimis agar PAD dari pengelolaan parkir bisa tercapai.

“Selama ini memang hasil retribusi parkir belum bisa sesuai dengan target. Kendalanya, salah satunya selain banyak yang liar tetapi karena parkir yang belum pasar berada di bawah pengelolaan Dishub,” tuturnya.

Pihaknya juga tidak menampik jika masih banyak persoalan parkir yang harus pihaknya selesaikan. Terutama, mengenai titik parkir yang belum masuk data Dishub.

“Kami personil Dishub tak mungkin mengawasi penarikan retribusi parkir. Makanya kami mengajak agar seluruh masyarakat bisa ikut serta mengontrol petugas parkir. Jika ada yang nakal, difoto dan laporkan ke kami,” tegasnya. (Jay)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *