Progres Vaksinasi Anak, Loteng Urutan Satu di NTB

  • Bagikan
F1 Vaksinasi
SUARDI FOR RADAR MANDALIKA VAKSINASI: Dokumentasi kegiatan vaksinasi anak dilakukan Kepala Dikes Loteng, Suardi dan pihak terkait lainnya, belum lama ini.

 

PRAYA – Pelaksanaan vaksinasi anak Covid-19 di Lombok Tengah masih terus dilakukan percepatan. Sesuai dengan data Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng per tanggal 15 Januari 2022, cakupan vaksinasi anak di Gumi Tatas Tuhu Trasna sudah mencapai angka 75.404 dari target 116.347 orang. Berkaca dari angka itu, tren vaksinasi anak di Loteng rata-rata per hari mencapai angka 5.026 orang.

 

Kepala Dikes Loteng, Suardi mengungkapkan, progres vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak di Loteng hampir selalu nomor urut satu dari semua kabupaten/kota di NTB. “Jadi secara umum kita progresnya bagus. Tidak terlalu banyak kendala. Walaupun paling kita akan turun di hari Sabtu/Minggu atau hari Jumlat lah karena hari pendek. Tapi di hari Senin sampai Kamis biasanya kita bagus progresnya,” katanya Radar Mandalika, Senin (17/1) kemarin.

 

Pelaksanaan vaksinasi anak dilakukan di sejumlah sekolah. Baik itu sekolah dasar (SD) lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng maupun madrasah ibtidaiyah (MI) atau Ponpes lingkup Kementerian Agama (Kemenag) Loteng. Dikatakan, adapun vaksinasi anak sampai tanggal 15 Januari lalu sudah mencapai angka 75.404 atau 64,81 persen dari target 116.347 orang.

 

“Yang 116.347 orang itu adalah laporan dari semua SD, MI yang ada di Lombok Tengah. Datanya itu sudah jelas di masing-masing sekolah. Tinggal kita proses pelayanan aja,” ujar Suardi.

 

Vaksinasi Covid-19 bagi anak di Loteng tahun ini terus dipacu. Terlebih daerah ini akan menjadi tuan rumah event MotoGP bulan Maret mendatang di Sirkuit Mandalika. Adapun pelaksanaan vaksinasi anak ini ditargetkan bisa selesai dalam waktu dekat. “Berharap kita dalam minggu ini bisa selesai,” kata Suardi.

 

Diungkapkan, ketersediaan stok vaksin Covid-19 dijamin masih aman. Warga masyarakat tidak perlu khawatir. “Kemarin kan kita siapkan lebih dari 200 yang sudah terpakai. Sehingga sampai dengan kondisi hari ini ada sekitar 82 ribu kalau tidak salah,” kata Suardi.

 

Adapun beberapa hambatan atau kendala yang ditemukan di lapangan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak sekolah dapat diminimalisir. “Kalau hambatan tentu masih adanya siswa atau sasaran kita yang belum 28 hari setelah disuntik dengan bias bulan imunisasi anak sekolah. Jadi kan syaratnya mereka dibias itu lebih dari 28 hari. Masih ada beberapa ini sekolah yang belum. Itu menjadi kendala sehingga kami harus tunda,” ungkapnya.

 

“Kedua, ada juga yang MI minta harus ada surat pernyataan lah. Tetapi setelah dijelaskan, diedukasi ke tuan gurunya, ke ustadz- nya kemudian ke orang tuanya, mereka sudah bersedia,” tambah Suardi.

 

Sedangkan vaksinasi anak di SD, ujarnya, semua stakeholder terlibat turun langsung ke lapangan untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi tersebut. Disebutnya mulai dari Kepala Disdik Loteng, Koordinator (dulu UPT Pendidikan), kepala sekolah, camat, kepala desa, guru, TNI-Polri, dan pihak terkait lainnya.

 

“Sehingga kita Alhamdulillah tidak terlalu sulit lah. Karena kami dari posisi Nakes (Tenaga Kesehatan) sasaran sudah disiapkan. Vaksin kita tidak kurang. Maka bisa lancar semua,” ucap Suardi. (zak/*)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *