Ratusan Santri Situbondo Pulang Kampung

F Santri

FOTO KHOTIM/RADAR MANDALIKA.DI Ratusan baru tiba di halaman Masjid Agung Lombok Tengah, Selasa kemarin.

PRAYA – Ada 341 santri Ponpes Salafiyah Safi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur asal Lombok Tengah (Loteng) pulang kampung.
Dengan menggunakan bus, ratusan santri ini tiba di titik kumpul di Masjid Agung, pagi kemarin.
Ketua Panitia Pemulangan, Zulkarnain Arifin menuturkan, sepuluh hari sebelum Ramadan santri sudah pulang ke kampung halaman. Para santri akan berangkat kembali menuntut ilmu ke Ponpes sepuluh hari setelah Ramadan.
“Sebanyak 18.300 orang santri seluruh Indonesia untuk menyambut bulan suci Ramadan semua santri dipulangkan karena ini menjadi masa libur mereka,” tuturnya.

Kepulangan santri melalui Pelabuhan Lembar dengan menggunakan bus.
sangat disambut hangat dan rasa senang oleh para keluarga tercinta. Apalagi dimasa pandemi Covid-19 orangtua sanggat antusias menunggu kepulangan sang anak.

Zulkarnain selaku Ketua Alumni Rayon IKSASS Loteng melanjutkan, pemulangan santri dibagi dua hari yang dimana hari pertama Minggu (4/4) lalu pemulangan untuk santri putra sebanyak 184 orang dan Selasa ini santri putri sebanyak 157 orang.
“Alhamdulliah pemulangan santri berjalan kondusif semua santri tetap dalam keadaan sehat. Karena setiap bulan kami selalu mengadakan pengecekan kesehatan begitu juga pas pemulangan,” terangnya.

Selain itu, untuk keselamatan para santri selama di perjalanan menuju Lombok Tengah aparat kepolisian dan Satpol PP Pemprov NTB dikerahkan untuk mengawal kepulangan santri sampai penjemputan oleh wali santri. Ini juga supaya penjemputan oleh wali santri berjalan tertib tidak menimbulkan kerumanan di lokasi pejemputan.
“Dari 513 santri baru 341 orang yang dipulangkan karena menjadi pengurus pesantren dan kamar. InsyaAllah akan segera dipulangkan pada pertengahan puasa besok,” ucapnya.

Sementara, salah satu wali santri, H Mahsun merasa sangat bersyukur melihat putranya bisa pulang dengan selamat. Apalagi ini masih masa pandemi dan perjalan yang cukup jauh tentu menjadi kekhawatiran tersendiri.
“Alhamdulillah tahun ini masih bisa melaksanakan bulan suci Ramadan bersama anak. Walaupun masih dalam situasi Covid-19 santri tetap diizinkan pulang yang dimana kepulangannya satu bulan lamanya saya tunggu,” tuturnya. (cr-hza/tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Proyek Bypass BIL-Kuta Baru 50 Persen

Read Next

PT. Jasa Tirta Energi Bangun Sinergitas dengan Seluruh Media Online di Bawah SMSI

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *