Radar Mandalika Minta Pol PP Minta Maaf

F Demo

FOTO MUH ARIF/RADARMANDALIKA.ID DEMO: Massa demo saat orasi depan kantor gubernur, Senin kemarin.

MATARAM – Pemimpin Redaksi Radar Mandalika, Diki Wahyudi menyesalkan tindakan oknum anggota Satpol PP Provinsi NTB kepada wartawan radarmandalika.id (Group, Red). Dimana, di lokasi demo depan kantor gubernur Senin siang, Muh Arif wartawan media online (Radar Mandalika Group) dibentak, didorong dan alat kerjanya (HP) ditepis anggota Satpol PP.

 Informasi yang digali Diki dari wartawannya, diakui ada nada ancaman dan juga intimidasi dilakukan oknum anggota Satpol PP.

Untuk itu, Diki meminta atas nama lembaga atau institusi Pol PP NTB menyampaikan permohonan maaf. “Saya minta dengan hormat Pak Kasat Pol PP atau pihak Pol PP NTB menyampaikan permohonan maaf. Kalau tidak kami akan laporkan. Karena pengakuan wartawan kami ada ancaman dan intimidasi dilakukan oknum Pol PP,” tegas Diki.

Sebelumnya, demo dilakukan massa yang tergabung dalam Aliansi  Mahasiswa Peduli Palestina NTB di Kantor Gubernu,  Senin (24/08) berakhir ricuh.

“Saya bilang saya dari wartawan Pemprov dan saya jelaskan tetap aja dia (pol pp) dorong, dia bentak bentak saya sambil berkata ngapain foto-foto saya katanya,” cerita Arif kepada media, Senin usai demo.

 Arif mengatakan, kejadian itu terjadi saat dia  sudah di dalam gerbang halaman depan kantor gubernur. Arif sendiri fokus mengambil gambar video saat aksi demo berlangsung.  Di tempat itu, Arif tidak sendiri staf Humas Pemprov NTB, Edi dan juga Faisal yang merupakan wartawan radarlombok.co.id juga berada di lokasi. Namun Arif sangat menyayangkan sikap oknum Satpol PP yang berbadan sehat itu tiba-tiba menghampirinya.

“Dia (Pol PP) datang dan bilang kenapa ambil muka saya, HP saya ditepis pakai tangannya dan saya didorong,  dia bilang kenapa ambil muka saya,” ceritanya lagi.

Menurut Arif, jika ingin mengamankan demonstrasi harusnya Pol PP fokus kepada massa aksi tanpa intervensi, apalagi terkesan menghalang-halangi tugas jurnalistik. Beruntung HP tidak rusak namun dia merasa tubuhnya sakit karena didorong oleh oknum anggota tersebut.

“Saya pakai id card, saya nunjukin id card juga tadi. Saya keluarkan. Dia minta hapus foto-foto saya,” kata Arif.

“Hp saya nggak rusak cuman sakit aja tadi didorong,” ujarnya.

Disamping itu, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi NTB, HM Syukur menyesalkan aksi dilakukan oknum anggota Pol PP.”Tugas aparat adalah menjaga agar demonstrasi berjalan tertib, bukan melakukan kekerasan. Apalagi melarang larang wartawan yang sedang menjalankan liputan,” tegasnya.

Katanya, perlu diingat antara wartawan dan aparat adalah mitra kerja, sehingga selayaknya saling bersinergi. “Kami berharap insiden itu menjadi yang terakhir,” katanya.

Terpisah, Kasat Pol PP NTB, Tri Budi Prayitno tadi malam langsung menemui Pemimpin Redaksi Radar Mandalika, Diki Wahyudi di Praya. Tri kepada Diki menyampaikan permohonan maaf atas kejadian siang kemarin menimpa wartawanya.

“Kami sampaika permohonan maaf mas,” ucapnya.

Selain minta maaf, kasat juga menceritakan kronologis kejadian di lapangan sesuai laporan anggota di lapangan.”Kami juga datang mau klarifikasi,” katanya.

Tri juga mengakui, besok (hari ini, Red) sejumlah wartawan akan datang ke kantor Pol PP NTB. Dia mengatakan siap menerima kedatangannya.”Iya kami sampaikan kesiapan kami langsung ke Ketua AJI Mataram, Sirtu,” tuturnya.(jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Selly – Manan Dorong Pengembangan Sumur Resapan di Kota Mataram

Read Next

Organisasi Wartawan di NTB Minta Kasat Pol PP Minta Maaf

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *