Premium dan Solar Dipermainkan

F SPBU

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID ANTRE: Sejumlah warga antrean mendapat pengisian BBM jenis premium di salah satu SPBU di Lombok.

MATARAM – Akhir-akhir ini stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar untuk sejumlah SPBU di NTB ludes. Banyak pihak mulai mempertanyakan. Mulai dari pengendara hingga wakil rakyat di DPRD.

Dari kalangan pengguna BBM justru beranggapan negative terhadap pemerintah. Warga menduga ada permainan dilakukan pemerintah saat ini. Padahal di tengah serba sulit dan pahit, justru BBM mendadak langka. Ada apa ?

 “Iya heran saja pak, kan aneh kalau begini. Semua kita isi bahan bakar pakai non subsidi pemerintah,” ungkap Zaenal seorang pengendara yang hendak isi bensin di SPBU Praya.

Anggota DPRD NTB Fraksi PPP, Moh Akri juga bicara. Dia meminta pemerintah dalam hal ini Dinas Perdagangan untuk segera mencarikan solusi dalam permaslahan kelangkaan BBM jenis premium dan solar tersebut.

“Harus segera carikan solusi, karena Premium dan Solar merupakan kebutuhan mendasar bagi rakyat kecil,” tegasnya, tadi malam.

Akri menduga ada main mata antara pihak pertamina dan pemilik perusahaan besar. Sebab  premium ini pasti tetap ada, namun kemungkinan dilakukan pengaturan skala prioritas.

“Janganlah gunakan prioritas mentang-mentang perusahaan beli dalam jumlah banyak, sementara pengendara hanya beli secukupnya sesuai kebutuhan kendaraannya. Tapi harus dilayani sama, jangan ada yang dibedakan,” katanya tegas.

Terkait pengisian BBM menggunakan jerigen tambah Akri, pihak SPBU harus bisa mengatur pembagiannya, jangan semuanya diberikan ke para pembeli dalam jumlah banyak itu, kalau kemudian pihak jerigen diberikan untuk mengisi, berikan himbauan terlebih dahulu berapa liter yang hisa diberikan.

Pemerintah lanjut Sekwil PPP NTB ini, harus mencarikan jalan keluar, titik permasalahannya. Karena ini persoalan rakyat kecil, jangan sampai rakyat karena sangat butuh akhirnya mereka beli BBM jenis pertalite dan pertamax.

“Karena kebutuhan, masyarakat jadinya harus terpaksa membeli jenis-jenis BBM yang bukan subsidi, ini kan kita memaksa rakyat miskin untuk kaya, padahal mereka sudah kekurangan segala galanya,” bebernya.

Anggota dewan lainnya, Bukhori Muslim pun angkat bicara. Kelangkaan baik Premium maupun solar bukan terjadi satu bulan malah sejak enam bulan lalu. Sewaktu -waktu normal namun lagi langka.

“Jadi bukan keluhan masyarakat biasa saja. Saya aja pernah ngantre karena solar langka,” akui Politisi NasDem itu.

Dampak dari kondisi ini, sangat menyiksa usaha masyarakat. Kelangkaan BBM berdampak pada harga bahan pokok masyarakat pun naik. Bisa dibayangkan pengakutan barang logistik sangat berpengaruh terhadap masyarakat disaat dua jenis BBM itu langka. Terlebih lagi saat ini banyak proyek yang materialnya diangkut oleh damtruk namun mereka kesulitan mendapatkan solar. Pria yang juga duduk di Komisi V DPRD NTB itu sangat prihatin melihat kondisi tersebut. Untuk itu dirinya mendesak gubernur agar bisa memanggil Pertamina regional.

“Minta dong penjelasan kenapa solusinya sepereti apa. Pak gubernur ini kan gak pernah rasakan antrean isi bensin. Coba masyarakat hampir setiap selalu antri,” sentil Bukhori.

 “Gubernur harus pangggil Pertamina,” desaknya lagi.

Bukhori melihat selama ini pemerintah tidak menunjukkan rasa empati terhadap masalah ini. Pemrov hanya fokus pada UMKM UMKM yang menurutnya juga tidak jelas.

“Pemerintah ini adem ayem. Ndak mau care tentang apa yang dialami masyarakatnya. Urus UKM aja nggak jelas,” sindirnya lagi.

Jika pemerintah tidak bisa menunjukkan rasa pedulinya maka masyarakat tentu akan kesulitan dalam banyak hal.

“Saya melihat ini sangat tidak fer. Ayolah Pemerintah bersikap jangan hanya diam saja. Kala ada stimulus (dorongan) baru mereka bergerak, susah juga seperti ini,” sesalnya.

Menurut Bukhori dalam menyikapi masalah ini tidak hanya gubernur bersikap. Dewan secara kelembagaan juga punya peran penting. Para pimpinan dewan harus juga mengatensi masalah tersebut.

“Ibu ketua pimpinan dewan atas nama kelembagaan bisa saja meminta keterangan penjelasan dari masalah masyarakat ini,” urainya.

“Kelangkaan BBM ini penyakit berbulan bulan. Sudah tejadi sejak lima enam bulan lalu. Normal sekali besok lagi kejadian seperti itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB yang dikonfirmasi Radar Mandalika tak respons. Berkali kali Radar Mandalika menghubungi namun tidak dijawab.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Adi Bagus Karya angkat bicara terkait mulai langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar dan premium akhir ini. Jika dibiarkan katanya, tentu akan mengganggu aktivitas warga. Lebih khusus para pengusaha.

Dewan tegas Bajang Bagus, menyoroti kinerja dari pihak pertamina dalam hal ini anak perusahaan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Untuk menindaklanjuti hal tersebut, dewan Loteng akan melakukan sesuai prosedur yang berlaku.

“Kita akan segera menyurati ke pihak pusat yang memiliki kapasitas terkait hal tersebut, kemungkinan kita akan melakukan koordinasi dengan DPR RI dengan leading sektor terkait, atau bisa saja langsung ke BUMN,” tegasnya, Minggu kemarin.

Persoalan ini tegasnya, menyangkut masyarakat secara luas, terlebih hal ini berkaitan dengan pusat langsung. Oleh karena itu, pengaduan akan dilayangkan pihaknya langsung ke pusat melalui DPR RI. “Pertaminan ini kan milik BUMN, jadi untuk DPRD di Kabupaten tidak memiliki kapasitas untuk mengintervensi perusahaan milik pusat. Jadi Kalau DPRD Kabupaten sendiri tidak bisa mengambil kebijakan terkait hal seperti ini, maka dari itu kami akan segera menyurati DPR RI untuk menindaklanjuti permasalahan yang ada di bawah saat ini,” terangnya.

“Jadi melalui DPR RI nanti, kita berharap permasalahan di bawah dapat disampaikan langsung kepada kementerian BUMN,” lanjutnya.

Kalaupun permasalahan ini terus dibiarkan, maka hal tersebut jelas akan berpengaruh kepada para penggiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di daerah. Pasalnya, saat ini banyak masyarakat yang mengeluhkan terkait kelangkaan bahan bakar minyak tersebut.

“Setiap kali turun melakukan kegiatan ada saja masyarakat kita yang mengeluhkan kelangkaan BBM ini,” bebernya.

Menurut politisi Demokrat ini, jika permasalahan seperti ini tidak segera diselesaikan, maka hal tersebut akan berbanding terbalik dengan program pemerintah yang ingin meningkatkan UMKM maju dan sejahtera.

“Bagaimana usaha warga bisa berkembang, pelayanan dan fasilitas saja nga bisa dijaga. Maka dari itu, keluhan masyarakat saat ini semoga cepat ditanggapi agar nawacita presiden bagi pelaku UMKM cepat tercapai,” harapnya. (buy/jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Minta Berkah Ratusan Anak Yatim dan Relawan “PAS” Gelar Doa dan Dzikir

Read Next

Batas Wilayah Loteng-Lobar “Digoreng”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *