IST/RADARMANDALIKA.ID MIRIS: Ini potret bangunan SDN Pengembur, Kecamatan Pujut saat Komisi IV DPRD Loteng turun ke lapangan, belum lama ini.

PRAYA – Ternyata masih banyak sekolah di Lombok Tengah dengan kondisi memprihatinkan. Lantas kemana anggaran puluhan miliar untuk dunia pendidikan?

Sebagai bukti nyata, wakil rakyat di DPRD Lombok Tengah pernah turun kroscek kebenarannya. Ditemukan sejumlah bangunan sekolah dalam kondisi memprihatinkan. Dipastikan bangunan sekolah itu tidak layak sebagai tempat belajar mengajar. Tapi sayang dibiarkan selama ini.

Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Lalu Sunting Mentas mengatakan pertemuan dalam rangka menyampaikan laporan hasil sidak ke beberapa sekolah, yang harusnya Selasa (27/09) kemarin tapi diubah ke Senin (03/10).

“Hari ini kita tidak jadi diskusi dan paparkan hasil sidak kami ke Dinas Pendidikan dan BPKAD, Kepala dinas masih di luar daerah,” ungkapnya kepada media.

 

Dari hasil sidak, Komisi IV menemukan beberapa bangunan sekolah yang dikunjungi tidak layak ditempati. Untuk itu, nantinya dalam rapat pihaknya minta diundang juga Bagian Aset. Sunting juga menemukan di satu sekolah muridnya ada 22 orang. Sementara guru hamper sama jumlah dengan siswa.

“Pada belasan sekolah yang kami kunjungan, persoalan hamper sama, bangunan, siswa dan jumlah guru,” katanya.

 

Sunting membeberkan, temuan di lapangan ada banyak sekolah dengan plafon nyaris roboh, dipenuhi kotoran kelelawar dan kondisi tidak layak ditempati. Misalnya, SMP 4, SDN 2 Ubung lebih parah bahkan kini sudah tidak dapat digunakan sebagai tempat belajar mengajar. Sebab, semua tiang penyangga bangunan dan atap nyaris patah.

 

“Nanti kita akan bahas semua ini, kami meminta daerah bersama Kemenag agar  sering, termasuk memberi pertimbangan ketika mengeluarkan izin-izin sekolah baru kedepan,” ungkapnya.

“Persaingan antara sekolah swasta dan baru yang berbasis agama seperti yayasan terjadi, animo orangtua dan anak lebih mendominasi sekolah ke swasta,” tambahnya.(tim)

 

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 462

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *