Polres Lotim ‘Sulap’ Ruang Tahanan jadi Ruang Pesantren

F Aaa Tausyiah

IST/RADARMANDALIKA.ID TAUSYIAH: Seorang anggota Polres Lotim saat memberikan ceramah kepada tahanan.

LOTIM- Polres Lombok Timur akan sulap ruang tahanan menjadi ruang pesantren. Gedung berukuran tanggung ini digunakan sebagai majlis ilmu untuk para tahanan Polres Lombok Timur sebelum dilimpahkan ke Lembaga pemasyarakatan Selong.
 Selain mendengar ceramah dari para ustadz yang notabenenya personel kepolisian, para tahanan juga diajarkan tahsinul quran ( perbaikan bacaan al- quran), tahfizul quran ( hapalan al- quran), juga diajarkan pengobatan secara islami yaitu rukyah.
 


Kapolres Lotim, AKBP Tunggul Sinatrio mengatakan, sebagai upaya pihak kepolisian untuk mengurangi pengulangan terhadap kesalahan yang sama bagi para tahanan setelah dibebaskan, dengan penghayatan tersebut akan membentuk pemahaman agama yang utuh dan mereka dapat sadar dari kesalahan yang di perbuat selama ini.
 “Ini merupakan ikhtiar kita untuk merubah pola pikir masyarakat yang berhadapan dengan hukum agar mereka tidak kembali melakukan kesalahan yang menyebabkannya terjerat hukum, karena tidak sedikit dari saudara-saudara kita ini pernah berhadapan dengan hukum sebelumnya dengan kasus yang sama bahkan ada yang berbeda,” ungkap Kapolres, Sabtu kemarin.
 Dalam pelaksanaanya pengajian itu, akan dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan covid- 19 guna mencegah penularan penyakit tersebut.
 Ditambahkannya, target dari program tersebut yaitu, untuk melatih dan mempasihkan bacaan alquran bagi para tahanan juga mereka bisa menggunakan waktunya untuk menghafal alquran.
 “Ke depan kami menargetkan mereka untuk bisa membaca Alquran dengan baik dan benar sebelum mereka dilimpahkan ke lembaga pemasyarakat dan nantinya kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Meskipun trobosan ini akan sangat bermanfaat jika didukung oleh kesadaran para tahanan itu sendiri. Disadarinya bahwa dalam prosesnya terdapat tahanan yang bandel dan malas, namun pihaknya tetap berupaya dengan cara persuasif demi memberi rasa aman bagi para tahanan.
 “Namun, namanya juga manusia, selalu saja ada yang malas dan membandel. Petugas kami tetap mengingatkan dengan cara yang humanis,” pungkasnya.(ndi/hms)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

81 PMI Lotim Pulang Kampung

Read Next

Program Beasiswa Wujudkan Seribu Cendikia NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *