Polisi Bubarkan Pengunjung Pasar Burung, Satu Diamankan

WhatsApp Image 2020 04 06 at 06.32.28

HUMAS POLRESTA MATARAM/RADAR MANDALIKA DIBUBARKAN: Aparat Polresta Mataram nampak mengimbau warga yang masih ‘pagah’ berjualan di Pasar Burung, Jalan Panglima Kota Mataram, kemarin.

MATARAM – Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol Taufik, Senin pagi memimpin pembubaran pengunjung Pasar Burung di Mataram.

Sebelumnya, petugas menghimbau masyarakat atau para pedagang di Pasar Panglima untuk menutup lapaknya. Mereka juga diminta untuk tidak melaksanakan kegiatan berkumpul dalam bentuk apapun. Semata-mata untuk mencegah penularan Covid-19, yang dirangkai dengan giat operasi keselamatan Gatarin Polresta Mataram tahun 2020.

“Sudah kita bubarkan tadi pagi. Karena banyak yang berkumpul di sana,” ungkap Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol Taufik.

Pembubaran terpaksa harus dilakukan aparat kepolisian. Terlebih asal kedatangan warga tidak bisa diprediksi. Dimana, warga yang ditemui oleh aparat kepolisian di lokasi pasar kebanyakan membawa sangkar berisikan burung. “Itu yang kita antisipasi. Karena banyak sekali mereka di sana,” sebut Taufik.

Sebelumnya ujar dia, Pasar Burung di Jalan Panglima Cakranegara tersebut sudah diinstruksikan ditutup sementara oleh Pemkot Mataram. Setelah diminta untuk ditutup, pasar burung masih nekat tetap buka sejak hari Sabtu lalu. Petugas tidak bisa membiarkan atau melihat hal itu terus terjadi. Sehingga penutupan langsung dilaksanakan.

“Sejak hari Sabtu saya lewat. Himbauan-himbauan juga sudah berlangsung. Sekarang sudah kami bubarkan. Nanti kami koordinasi juga Satpol PP Kota Mataram. Karena banyak pedagang yang di atas trotoar. Itu juga kan melanggar. Akan kita tindak juga agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas,” terang dia.

Saati ini warga yang menjual barang kebutuhan pokok pun ditiadakan. Di sana harus strelil guna mengantisipasi penyebaran virus Corona. Pasar burung di Jalan Panglima Cakranegara kedepannya tetap ditutup. “Tetap ditutup. Yang jual ayam kita arahkan ke Pasar Sindu bergabung dengan yang jual sembako,” sebut Taufik.

Dalam giat pembubaran pengunjung di pasar tersebut,  seorang pedagang diamankan oleh petugas. Lantaran yang bersangkutan bersikeras menolak untuk menutup dagangan-nya. Pemuda itu juga disebut mengancam petugas. Oleh karena itu, langsung diamankan oleh petugas.

“Tapi sudah kita serahkan ke lurah untuk dibina oleh Bhabinkamtibmas setempat. Bahasanya juga tadi mengancam petugas,” ungkap Taufik.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H Mutawalli, menegaskan pasar hewan di Selagalas dan pasar burung di Jalan Panglima ditutup sementara sejak beberapa hari yang lalu. Dia tidak menampik masih ada warga yang ‘pagah’. Dia juga mendapat informasi pembubaran pengunjung pasar burung yang dilakukan aparat Polresta Mataram.

“Sudah kita tutup kan. Sehingga, tadi saya bingung kok ada penutupan lagi. Sehingga dikasi tahu, bubar dia,” ungkap dia.

Pasar di sana tetap ditutup hingga batas waktu belum bisa ditentukan. Sehingga, untuk sementara para pedagang maupun pengunjung yang tetap ngeyel akan dibubarkan oleh aparat kepolisian. Aktivitas niaga di pasar burung harus ditidakan untuk mengantisipasi wabah corona. “(Akan ditutup) sampai normal,” tegas Mutawalli. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Maaf Akan Diterima Jika Penuhi Dua Syarat

Read Next

Pernah Kontak Fisik dengan Positif Korona, Sungkul Klarifikasi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *