MATARAM – Kabar angin Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi maju sebagai calon gubernur 2024 nampaknya bukan sebatas kabar angin semata. Diyakini kuat birokrat kelahiran Lombok Tengah itu akan tampil dalam kontestasi tersebut.

“Dalam beberapa kali diskusi (dengan saya) itu kecenderungan pak Gite maju,” ungkap Pendiri Lembaga Riset dan Konsultan Kebijakan Publik Policy Plus, Adhar Hakim di Mataram, Selasa (26/3).

Adhar mengatakan ucapan dari Miq Gite sapaannya PJ tersebut, tidak disampaikan langsung. Miq Gite terlihat cukup kuat menjaga etika birokratnya. Namun begitu dari sekian materi obrolan tersebut, Gite memberikan sinyal kepastian maju.

“Saya diskusi ngibrol-ngobrol. Tapi saya tangkap sinyalnya bawah dia pasti maju,” ceritanya. Mantan Ketua Ombudsman RI Perwakilan NTB itu menganalisa empat indikator yang menjadi dasar kuat Pj Gubernur tersebut akan melaju ke NTB 1 atau NTB 2.

Pertama dia adalah birokrat. Bahkan sepak terjang birokratnya sudah sampai ditingkat paling tinggi yaitu menjadi Sekda NTB. Posisinya waktu itu diluar prediksi publik. Berlatarbelakang birokrat, Gita kata Adhar banyak menganalisa perjalanan birokrasi lima tahun terakhir saat NTB dipimpin Zul-Rohmi.

“Masalah paling besar di NTB itu sistem birokrasi 5 tahun kemarin performa nya agak terganggu. Bayangkan saya hitung-hitung terjadi 43 kali mutasi  dan ini sangat merusak (tatanan),” terang Adhar.

Oleh karenya Miq Gite ingin mengangkat kembali posisi birokrasi ke posisi semula. Diakuinya saat ini Miq Gite sedang menjadi Penjabat gubernur NTB. Namun rentang waktu hanya 18 bulan dilihatnya tidak cukup memberbaiki tatanan birokrasi Pemprov NTB.

Disamping itu kewenangan sebagai Pj sangat terbatas. Segala urusan harus dikonsultasikan ke Mendagri sepenuhnya. “Sehingga saya menganggap 18 bulan itu proses perbaikan. Tapi tidak cukup sehingga butuh waktu lebih lama lagi,” paparanya.

Indikator kedua Miq Gite telah memiliki keterkenalan yang luas di mata masyarakat NTB. Sepak terjang didunia birokrasi selama ini telah luas mengenalkan dia ditingkat gresroot.

“Dalan kontek politik itu ukurannya keterkenalan, keberterimaannya baru keterpilihannya. Itu rumusnya,” katanya. Indikator ketiga, Adhar melihat akses politik Miq Gite juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Tidak dinafikan sekarang ini sudah banyak pihak-pihak yang melobi Gite termasuk dari Partai Politik itu sendiri.

“Sekarang sudah banyak yang mulai melobi,” ujarnya. Lalu indikator keempat jejaring sosial di daerah hingga ke pusat. Posisi Miq Gite selama ini terbilang kuat. Gerakannya pun diam-diam. Dulu saat Adhar menjadi Kepala Ombudsman NTB ia tidak menyangka bahwa Miq Gite bisa menjadi Sekda NTB disaat banyak pihak jarang ‘melotot’ ke Miq Gite.

“Banyak pihak menilai peluangnya dia tipis sebagai Sekda. Tapi ia bisa membuktikan diri ke masyarakat NTB,” jelasnya.

Belum lagi setelah menjadi Sekda ia juga terpilih sebagai Ketua Forum Sekda Nasional. Kata Adhar itu semua membuktikan betapa jejaring Miq Gite sangat kuat. “Selama ini dia jalan sendiri, punya jejaring kuat. Empat indikator ini yang saya lihat sehingga saya yakin dia maju,” bebernya.

Disinggung dengan siapa berpasangan. Adhar juga melihat selama ini figur-figur yang ramai menjadi perbincangan belum ada yang pasti maju termasuk pasangan masing-masing. Sehingga dinamikanya saat ini masih terbilang dinamis. Maka tidak diherankannya ketika nanti Miq Gite akan melepas jabatannya sebagai Pj gubernur untuk ikut berkontestasi.

Istlah Umrah Lagi (Umi Rohmi-Lalu Gita Ariadi) yang dia sebut belakangan ini memberikan sinyal kepedeannya untuk maju. “Itu sinyal bahwa dia pede. Saya meyakini pasti maju. Sayang sekali kalau empat indikaror (diatas) tadi dia sia siakan,” tegasnya.

Disinggung dengan aturan. Adhar mengatakan dalam UU diatur kepala daerah seperti posisi Pj idak boleh maju t tapi dalam aturan pelaksananya teknis Permendagri disebutkan Pj boleh mundur.

“Itu di Permendagri Nomor 4 tahun 2003. Disebutkn Pj gubernur boleh mundur,” pungkasnya. “Soal kapan dia mundur nanti saja kita lihat. Beliau lebih paham,” pungkasnya. (jho)

100% LikesVS
0% Dislikes
Post Views : 302

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *