LOBAR–Nama Ketua DPD PKS Lombok Barat(Lobar) Hj Nurul Adha terus digadang-gadang akan maju pada kontestasi politik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lobar 2024 November mendatang. Terlebih Partai PKS sebelumnya sudah menginstruksikan kadernya maju dalam Pilkada.

Sederet nama Bakal Calon Kepala Daerah (cakada) santer disandingkan dengan putri TGH Muharrar Mahfuz itu. Baik itu nama Nauvar Furqony Farinduan (Farin), Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Ketua DPRD Lobar Hj Nurhidayah, hingga Ketua DPD Golkar Hj Sumiatun.

Mengenai hal itu, Hj Nurul Adha belum bisa memberikan jawaban secara resmi saat ditanya kepastian maju dalam Pilkada Lobar tahun ini.

“Belum bisa dijawab secara resmi, nanti akan ada saatnya disampaikan secara resmi,” terangnya, Selasa (7/5).

Namun wanita yang akrab disapa Umi Nurul itu mengaku sudah ada komunikasi politik dengan sederet nama bakal Cakada yang diisukan akan meminangnya sebagai wakil bupati Lobar. Bahkan komunikasi paling intens dengan LAZ, Farin, Hj Nurhidyah, TGH Mahali Fikri pun sudah dilakukan.

“Dengan beberapa calon sudah kita komunikasi, tinggal nanti sikap resminya bagaimana nanti partai yang akan mengeluarkan,” beber Umi Nurul.

Menurutnya PKS belum membuka penjaringan Bakal Cakada seperti yang dilakukan partai lainnya. Lantaran masih melakukan komunikasi dengan para Cakada maupun Ketua parpol untuk menjajaki koalisi. Hingga menyandingkan hasil survai partai terkait paket Pasangan Calon (Paslon) Kada yang kemungkinan diusung pada koalisi nantinya.

“Sekarang kita selesaikan komukikasi dulu. Nah untuk sikap PKS dan pendaftaran (Penjaringan) insya allah pekan depan kita akan buka. Kita selesaikan dulu komunikasi dengan bu Ketua (Gerindra Hj Nurhidyah), Farin, LAZ, bahkan bu ketua DPD Golkar (Hj Sumiatun),” ujarnya.

Saat disinggung kreteria Bakal Cakada yang ingin diusung PKS, Umi Nurul menejelaskan harus memiliki visioner untuk daerah. Termasuk memiliki leadership bagus, kapasitas, kapabilitas, hingga ektabilitas. Hal itu yang membuat PKS melakukan survei untuk mengetahui bakal Cakada yang tepat nantinya diusung.

“Karena ini untuk memimpin daerah, dan di Pilkada yang utama kapasitas, kapabilitas, kemudian ektabilitas, karena figur itu penting,” jeladnya.

Lantas bagaimana dengan isu PKS menyodorkan nama dirinya, bersama kader PKS TGH Pattimura untuk menjadi pilihan Parpol lain sebagai cakada? Umi Nurul tak membantah itu. Ia mengaku setiap komunikasi politik yang dilakukan dengan parpol maupun Cakada, kedua kader PKS tersebut turut disodorkan untuk menjadi pilihan dalam Pilkada.

“Memang dua nama kader PKS itu yang ditawakan ke publik. Pastinya nanti akan mengerucut menjadi satu nama,” jelasnya.

Kembali saat disinggung apakah dirinya akan mendaftar pada penjaringan Cakada yang dibuka PKS nantinya, Umi Nurul memberikan jawaban diplomatis.

“Nanti kalau pada akhirnya PKS mengusung kader sendiri, maka tanpa daftar di partai pasti akan keluar (SK penujukan). Karena itu perintah partai,” pungkasnya. (win)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 210

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *