Petani Tembakau Merugi, Iskandar: Masih Bisa Diselamatkan

F AA Tembakau

DOK/RADAR MANDALIKA PANEN: Seorang petani tembakau di Kecamatan Praya Timur saat panen pada musim tanam tahun 2020.

PRAYA – Sebagian besar petani tembakau di Lombok Tengah sudah habis akal menyelamatkan tanaman tembakau mereka. Hal ini disebabkan hujan lebat yang terus turun di Lombok Tengah. Namun anehnya, Dinas Pertanian memastikan tanaman tembakau petani masih bisa diselamatkan.

Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Lalu Iskandar mengatakan kondisi tanaman tembakau petani belum terlalu rusak parah. “Kalau kondisi sekarang masih bisa diselamatkan. Tapi kalau hujan terus dalam pekan ini, kami tidak tahu apa yang akan terjadi. Semoga saja hujan ini reda,” ucap Iskandar, Jumat kemarin,
Iskandar menegaskan, keberhasilan petani tembakau tergantung pada kondisi cuaca. Jika hujan terus maka petani tembakau akan terancam. Tapi demikian, jika hujanya sekadar tentu akan sangat bagus tembakau petani.
“Hingga sekarang masih belum ada laporan dari petani yang tembakaunya rusak parah karena hujan,” bebernya.
Dia mengaku, kebanyakan tembakau yang layu karena hujan saat ini bagi tembakau yang ditanam tanpa pembuatan irigasi di sawah. Sehingga, jika turun hujan air merendam tanaman tembakau petani.
“Cobak lihat sekarang, petani kalau tanam tembakau jarang membuat irigasi untuk pembuangan air,” sebut dia.

Ditambahkan Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Lombok Tengah, Zainal Arifin menerangkan, pihaknya bersama tim sudah turun memantau kondisi tanaman tembakau petani. Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi tembakau petani masih ada yang bagus dan memang ada beberapa titik yang rusak parah disebabkan hujan. Adapun wilayah tanaman tembakau yang mengalami rusak di antaranya, Kecamatan Pujut dan Praya Barat. Sedangkan Kecamatan Kopang, Janapria, Praya Timur disebutnya masih tergolong cukup bagus.
“Yang rusak juga tidak terlalu banyak. Hanya 2 persen atau sekitar 5 hektare dari luas tanam tembakau 8 hektare di Loteng,” bebernya.
Zainal menerangkan, jikapun tanaman tembakau rusak, para petani masih bisa melakukan penanaman kembali, sebab kondisi tembakau mereka baru usia 2 bulan. “Mereka masih bisa nanam kembali,” katanya.
Ditegaskannya, petani tembakau yang saat ini rusak karena hujan, akibat petani tidak membuat irigasi. “Kalau ada irigasi saya yakin tembakau mereka tidak akan terendam,” yakin dia.
Disinggung terkait dengan asuransi gagal panen bagi petani tembakau, Zainal mengatakan, yang diberikan asuransi itu adalah petani padi dan peternakan. Sehingga untuk petani tembakau sejauh ini belum ada program asuransi.“Belum ada program asuransi,” katanya.(jay)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Parah! Pertahun Tembus 300 Juta, Sekarang 11 Juta

Read Next

Rutan Praya Tagih Janji Pemkab Loteng

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *