Pesta Tuak di Batu Bolong Berakhir Penganiayaan

  • Bagikan
F korban
IST/RADARMANDALIKA.ID LEMAS: Korban saat dilakukan perawatan intensif di Puskesmas Batujai, Selasa kemarin.

PRAYA – Berawal dari berbagi cerita pengalaman selama menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sembari minum minuman keras jenis tuak, akhirnya berujung kasus penganiayaan. Kepala korban pun robek dengan 18 jahitan di bagian kepalanya.

Korban, HM Sauki, 33 tahun warga Dusun Tandek Kecamatan Jonggat korban ditebas bagian kepala oleh rekannya saat bersama-sama minum tuak di Dusun Batu Bolong, Desa Ungga Kecamatan Praya Barat Daya, Selasa (14/09) pukul 01.10 Wita.

Kapolsek Praya Barat Daya, AKP Halid membenarkan kejadian tersebut. Diamana, yang mengakibatkan korban mengalami luka sobek di bagian kepala.
“Korban ditebas di bagian kepala saat minum tuak bersama teman-temannya,” terangnya, kemarin.

Pelaku yang telah diketahui identitasnya kini dalam pengejaran aparat kepolisian untuk dilakukan penyelidikan dan pendalaman motif melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap korban.
“Ada dua orang saksi dalam kejadian tersebut,” ceritanya.

Halid juga menyatakan bahwa berdasarkan pengakuan Bangok, dimana korban saat sedang minum tuak bersama 10 orang rekannya, pada saat itu korban menceritakan pengalamannya menjadi TKI di Arab Saudi.
Awalnya, di lokasi sempat terjadi adu argumen antara pelaku dan korban saat bercerita, dan diduga membuat pelaku inisial MRN (30), warga Desa Batujai menjadi tersinggung dan salah paham.

Saat adu argumen itu, lampu tiba-tiba padam dan seketika itu pelaku menebas korban yang mengenai bagian kepala menggunakan sebilah parang. Sementara, pelaku langsung melarikan diri ke arah barat, dan korban saat itu juga dilarikan ke Puskesmas Batujai.
“Korban masih dalam perawatan akibat luka sobek di bagian kepala,” pungkasnya.(tim/rls)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *