Pendapatan PDAM Meningkat 44 Persen, Pathul Berikan Apresiasi

  • Bagikan
F PDAM
IST/RADARMANDALIKA Bupati Loteng, HL. Pathul Bahri saat menghadiri rapat kerja pihak PDAM , Kamis pagi.

PRAYA – Bupati Lombok Tengah, HL. Pathul Bahri memberikan apresiasi dan ucapan trimakasih kepada jajaran PDAM saat ini, mengingat sudah mampu melaksanakan rapat kerja, diakan hal ini merupakan suksesi mengevaluasi dengan kualitas di tahun 2022 dapat lebih baik.

“Jumlah pegawai dan kinerja pegawai yang menjadi pembahasan penting, kemudian supply kebutuhan air setiap tahunnya dari sisi pemenuhan memang ada posisi positif dan negatif,” kata bupati di lokasi Rapat Kerja PDAM, kemarin.

Pathul juga menambahkan, laba bersih yang kemudian berada di saldo kas pun di akhir tahun hampir hampir 7 miliar dan setiap bulannya dicek. “Keuntungan laba bersih hingga 1,4 miliar, dengan rasio pegawai  5,96 atau 6 orang per 1.000 pelanggan, dan hal ini sudah ideal,” sebutnya.

ke depan memenuhi kebutuhan air bersih di Mandalika akan di support dari Bendunga Pengge, Kecamatan Praya Barat Daya 200 Liter per detik, kemudian 25 persen untuk masyarakat sekitar dan 75 persen untuk kebutuhan KEK Mandalika.

Adapun kemudian kedepannya, KEK Mandalika akan dinaikkan tarifnya yakni dengan harga bisnis dengan duduk bersama membahasnya.

Sementara, Plt Direktur PDAM Lombok Tengah, Bambang Supraptomo  mengatakan, kegiatan rapat kerja ini merupakan langkah dalam menyusun rencana kerja untuk tahun 2022.

“Jadi masing-masing bagian menyampaikan rencana kerjanya di 2022,” kata Bambang.

Bambang menyatakan akan menganggarkan dengan porsi cukup besar dalam segi peningkatan kapasitas, profesionalisme dan kualitas SDM dengan pelatihan dan bimtek dengan tutor andal dari luar daerah.”Karena ini kaitan dengan  pengelolaan dan pelayanan,”tegasnya.

“Kaitan pengelolaan keuangan tetap di dampingi BPKP untuk tata kelola keuangan. Sejak 3 bulan terakhir ini peningkatan pendapatan PDAM meningkat 44 persen,” bebernya.

Sementara itu, dengan kondisi kapasitas produksi keseluruhan seharusnya di angka 915 liter perdetik dari semua sumberan mata air. Tapi yang terelisasi saat ini hanya sekitar 515 liter perdetik. Hal ini diakibatkan dengan kondisi yang terus menurun mengingat faktor musim panas dan jaringan tua kemudian SDM yang perlu ditata.

“Insya’allah dengan  proyeksi yang akan datang kami semua optimis apapun persoalan ini akan tuntas,” pungkasnya.

“Kami berharap kedepan dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah dalam meningkatkan PAD,” sambungnya.(tim)

“Kondisi PDAM saat ini sedang dalam kondisi untung bukan merugi, soal isu merugi merupakan hal yang tidak benar, ” Tegasnya. (tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *