Pemkot Akan Evaluasi Simulasi PTM

F AAA Simulasi

RAZAK/RADAR MANDALIKA NUNGGU JEMPUTAN: Dua orang siswi memakai masker dan menjaga jarak sedang duduk menunggu dijemput orang tua di gerbang sebelah barat SDN 2 Cakranegara Kota Mataram, belum lama ini.

Sekolah Tak Terapkan SOP Terancam Ditutup

MATARAM – Pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Mataram akan berakhir pada tanggal 27 Januri 2021. Pemkot Mataram akan mengevaluasi pelaksanaan PTM di sekolah baik jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP. Apakah nanti bisa dilanjutkan dengan belajar tatap muka di sekolah seperti biasa ataukah tidak.

Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh mengatakan, kondisi situasi perkembangan penyebaran pandemi Covid-19 dan sejauh mana kesiapan sekolah dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) selama simulasi PTM berlangsung. Dua hal itu akan menjadi pertimbangan atau bahan evaluasi dalam mengambil kebijakan boleh atau tidaknya PTM dilanjutkan.

“Dari dua hal itu, bisa secara keseluruhan kita lakukan penutupan kembali nanti tergantung perkembangan terakhir. Dan, mungkin nanti bisa saja kelas terakhir (kelas tiga) saja,” ungkap dia, kemarin (25/01).

Bagi sekolah yang tidak bisa menerapkan SOP selama simulasi PTM berlangkung akan terancam ditutup. Alis tidak dibolehkan untuk menggelar belajar tatap muka di tengah masa pandemi seperti sekarang. “Bisa jadi sekolah-sekolah tertentu yang tidak bisa memastikan diri menggunakan SOP, bisa kita tutup,” tegas Ahyar.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, H Lalu Fatwir Uzali mengklaim bahwa dari evaluasi sementara untuk simulasi PTM ini baik di jenjang TK/PAUD, SD, SMP telah berjalan baik. “Informasi sementara dari seluruh kepala sekolah, K3S, MKKS bahwa semua berjalan baik dan lancar. Banyak orang tua mengacungi jempol dengan mekanisme dan sistem yang ada sekarang,” ungkap dia.

Hanya saja diakuinya masalah yang muncul selama simulasi PTM ini yaitu setelah siswa pulang sekolah atau saat berada di luar lingkungan sekolah. “Mereka mungkin masih bergerombol pulang karena rumahnya tidak jauh dari sekolah, dan lain sebagainya. Kemudian ada orang tua melaporkan ada anak SMP naik motor. Seharusnya kan tidak ada (siswa) naik motor,” beber Fatwir.

Sesuai SOP yang disepakati antara pihak sekolah dengan para orangtua. Bahwa, siswa diantar jemput oleh orangtua. Aturan teknis itu rupanya kurang kencang diterapkan alias masih kendor pada saat pembelajaran simulasi PTM. “Hampir kita tidak ada kendala yang berarti,” tepis Fatwir.

Sementara untuk pencegahan penyebaran pandemi sudah dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 secara ketat. Seluruh sekolah tetap menyiapkan sabun dan tempat cuci tangan. Kemudian, para guru atau tenaga pendidik beserta siswa tetap menaati 3M. Yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Tentang pencegahan tidak ada masalah. Semua sudah berfungsi. Ada thermo gun, handa sanitizer, cuci tangan di air mengalir. Kemudian di kelas-kelas juga sudah jaga jarak, social distancing-nya juga sudah berjalan. Anak-anak semua merasa enjoy bahwa ketemu dengan guru-guru-nya itu paling tidak ada informasi-informasi penting yang mereka dapatkan,” jelas dia.

“Pihak sekolah juga tetap mengarahkan dan mengimbau orangtua yang akan menjemput anak-anaknya di luar agar  tidak berkerumun,” imbuh Fatwir.

Para siswa disebut sangat senang bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka. Betapa tidak, transformasi ilmu dengan cara tatap muka langsung dirasa lebih efektif. “Kalau misalkan ada guru yang memberikan tugas. Tugasnya sudah terarah tidak lagi dengan melalui WhatsApp (WA) saja. Anak-anak enjoy dengan tatap muka yang hanya baru berlangsung 10 hari ini,” kata Fatwir.

Dalam waktu dekat sambung Fatwir, pihaknya akan melakukan evaluasi atas SOP pelaksanaan simulasi PTM yang sudah digelar sejak tanggal 14 Januari. Apakah juklas-juklis betul-betul diterapkan di sekolah atau kendor. Untuk kemudian bisa melaksanakan belajar tatap muka seperti biasa di masa pandemi.

Selain itu, perkembangan kondisi situasi penyebaran virus corona di Kota Mataram juga menjadi salah satu bahan pertimbangan ke depan. “Kita harus konsultasikan kembali ke Ketua Gugus Tugas Penangangan Covid-19 Kota Mataram (Wali Kota Mataram, Red). Kebetulan kan Kota Mataram masih zona orange. Makanya nanti kebijakannya seperti apa?” kata Fatwir.

Dia menegaskan, apabila ada tenaga pendidik/guru atau siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 di sekolah tertentu maka terancam akan ditutup. “Seandainya memang ada sekolah yang dinyatakan di situ ada yang positif maka kita akan lockdown sendiri sekolah itu,” jelas Fatwir. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pendemo Sampaikan Belasan Tuntutan ke AMNT

Read Next

Dewan Loteng: Jangan Salahkan Pengecer

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *