Pemerintah Akan “Istimewakan” Nelayan Lobster di NTB

F MoU

IST/RADAR MANDALIKA MENYAKSIKAN : Gubernur NTB, Zulkieflimansyah tengah menyaksikan MoU antara Dirut Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo dan ketua Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI), Gunawan, Rabu kemarin.

MATARAM – Nelayan lobster di NTB kini mulai “diistimewakan”. Gubernur NTB, Zulkieflimanyah melihat potensi budidaya lobster di NTB sangat berlimpah. Hal ini menjadi peluang sebagai pilar ekonomi yang sangat menggiurkan.
“Provinsi NTB ini memiliki potensi lobster yang sangat luar biasa,” kata gubernur saat menyaksikan MoU antara Bank NTB Syariah dan Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI) di Mataram kemarin.

Gubernur meminta, MoU yang berlangsung itu dapat segera terealisasi demi kesejahteraan lobster itu sendiri. Penandatangan MoU tersebut terkait pembiayaan budidaya, pembibitan, hingga lokasi yang akan digunakan. Sehingga potensi kelautan dan perikanan termasuk budidaya lobster terkelola dengan baik.

Dijelaskannya, untuk pembiayaan, satu nelayan yang memiliki usaha budidaya memerlukan pendanaan sekitar Rp 50-80 Juta dengan bibit 1.000-2.000 ekor. Dalam satu Kelompok Usaha Bersama (KUB) ada 10 orang, akan diberikan 4-6 karamba, dimana dalam satu karamba isinya sekitar 250 ekor lobster ukuran 30 gram.

“Kita berharap segera dan cepat ditindaklanjuti kerjasamanya. Demi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” katanya.

Sementara, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo mengatakan penandatangan MoU itu untuk membatu dan mensejahterakan para nelayan lobster. Bank NTB sendiri akan membantu dari segi pendanaannya.

“Kami akan membantu dari segi pembiayaanya,” kata Kukuh.

Kukuh menjelaskan Nelayan akan memelihara selama 6 bulan, hingga memiliki berat 200-250 gram sehingga siap untuk dipanen. Menindaklanjuti MoU ini, Kukuh juga mengatakan Pemprov NTB bersama dengan GPLI ini juga akan menyediakann lokasi-lokasi yang cocok untuk budidaya lobster di NTB.

“Salah satu lokasi yang saat ini dikembangkan ada di Telong Elong Lombok Timur,” katanya.

Kalau untuk lokasi ini, yang sudah di ujicoba sekitar 100 karamba. Lokasi lain di NTB yang memenuhi syarat akan dibudidayakan lobster juga.

“Bila ada masyarakat yang ingin mengetahui tentang pembiayaan ini, langsung kunjungi Bank NTB Syariah se-NTB,” katanya.

Rahardjo mengakui bahwa Lobster merupakan salah satu komoditas andalan NTB. Pemrov NTB menginginkan lobster yang khusus dibudidayakan oleh nelayan lokal NTB menjadi komoditas yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Hasil alam berupa lobster ini, harus bisa dinikmati oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu Ketua GPLI, Gunawan mengatakan pihaknya bertugas melakukan pembinaan dan pendidikan bagi nelayan lobster.

“Kami akan didik mereka, melakukan pendampingan termasuk menyediakan pakan hingga pemasarannya,” katanya.

Gunawan juga mengatakan sangat disayangkan apabila benih-benih lobster, tidak dimanfaatkan oleh masyarakat NTB, tetapi dimanfaatkan oleh negara lain.

“Ini sangat merugikan masyarakat NTB sendiri dan termasuk negara,” pungkasnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sepanjang 2021, 4 Ribu TKI Illegal Asal NTB Dipulangkan

Read Next

Seleksi Babak Akhir Calon Sekda Loteng

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *