Pemdes Aik Bukak Prioritaskan Janda Terima Bantuan

F ilustrasi

ilustrasi

PRAYA – SekretarisDesa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang Utara, Amrullah  mengatakan, saat ini Pemdes telah menyiapkan kouta sebanyak 150 penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahun 2021 dengan total anggaran Rp 540 juta. Dan untuk warga penerima bantuan nantinya akan diberikan full selama 12 bulan tanpa digantikan.

“Kalau dulu BLT DD 3 bulan sekali aturannya di rolling. Kalau sekarang kita berikan full dengan data penerima yang sama selama 12 bulan,” ujarnya pada Radar Mandalika, kemarin.

Ia melanjutkan, untuk indikator masyarakat sendiri Pemdes mematok bahwa masyarakat tersebut tidak pernah mendapat bantuan dari program pemerintah seperti PKH, BPNT dan lain sebagainya. Selain itu, Pemdes juga mematok syarat prioritas untuk mendapat bantuan BLT diantaranya masyarakat miskin, lansia, difabel dan janda.

Sekdes mengatakan, sampai saat ini Pemdes sendiri belum menemukan kendala berarti, baik itu polemik atau keluhan dari warga yang tak kebagian bantuan.

“Alhamdulillah di wilayah kita aman. Cuma kita hanya kekurangan anggaran untuk dapat mencover semua warga yang sebenarnya layak mendapat bantuan. Tetapi kerena kouta kita terbatas, maka kita pilih yang prioritas saja,” ungkapnya.

Sementara, saat ini pusat sendiri menuntut Pemdes untuk tetap melaksanakan program pembangunan dan pemberdayaan.

“Semua sumber anggaran fisik dan pelatihan kan dari DD, tapi kita di tuntut juga alokasikan ke BLT. Bagaimana mau maksimal kita kerja,” katanya.

Ia melanjutkan, jika seandainya anggaran difokuskan untuk program pemberdayaan dan pembangunan, ia rasa hal tersebut lebih efisien ketimbang Pemdes diarahkan untuk fokus ke program BLT. Pasalnya, banyak dari masyarakat menilai program BLT ini tak tahan lama. Artinya, perputaran dari uang yang diberikan pemerintah hanya akan habis di dapur mereka saja.

“Coba kita bangun infrastruktur, atau adakan pelatihan guna meningkatkan ekonomi. Saya rasa hal itu lebih tepat dari pada memberikan uang secara percuma kepada masyarakat,” tuturnya.

Yang menjadi tugas berat saat ini adalah bagaiamana menyeimbangkan antara program pembangunan, pemberdayaan, BLT DD dan visi misi Kades.

“Kita sudah tetapkan arah anggaran kemana, Cuma kita belum tentukan angka saja,” katanya.

Dirinya berharap di tahun 2021 pengembangan infrastruktur guna menunjang perekonomian warga ini dapat maksimal dikerjakan. Pasalnya, target di tahun sebelumnya bahwa seluruh elemen telah bersepakat bahwa pembangunan fisik akan menjadi salah satu indikator penunjang meningkatnya perekonomian masyarakat khususnya di bidang pariwisata. (buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sengketa Proyek Dermaga, Pemkab Lobar Kalah

Read Next

Rudal Minta Angkasa Pura Copot Penambahan Nama BIL

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *