Pathul: Organisasi Berperan Matangkan SDM

  • Bagikan
F Bupati
KHOTIM/RADAR MANDALIKA.ID SAMBUTAN: Bupati Loteng, HL. Pathul Bahri saat sambutan di pembukaan Latihan Kader (LK) II HMI, Selasa pagi kemarin.

PRAYA – Bupati Lombok Tengah, HL Pathul Bahri mengaku dampak pembangunan Mandalika sekitar 10 sampai dengan 15 miliar yang akan di dapatkan daerah pada setiap even berlangsung. Hal ini diungkapkan Pathul saat pembukaan latihan kader (LK) II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lombok Tengah di SLBN 1 Loteng, Selasa kemarin.
“Setelah Motogp, ada even paralayang, dan triv kapal pesiar, kemudian tour de Letape, WSBK, IATC dan semua even lainnya,” ungkapnya.

“Ada mantan kades, istrinya jualan mie omzet hingga 32 juta, ini merupakan sisi positif dari pergerakan ekonomi,” sebutnya.
Untuk itu, organisasi perlu berperan mematangkan SDM, organisasi tempat bertatap muka, silaturrahim, berdiskusi, menimba ilmu dan bermasa’ul masa’il. Diterangkan bupati, grand desain untuk bonus demografi maka penting dipikirkan dari sekarang. Baik dari pendidikan berbasis ahlakul karimah. Kemudian bagaimana demi kebaikan dan kemajuan kedepan untuk daerah maupun Indonesia.

Terakhir, Pathul berhapan kepada kader HMI bisa berpikir bagaimana desain Loteng, Indonesia secara umum lebih baik dan bagus dan di daerah lain juga demikiian dalam upaya bonus demografi bagi Indonesia keemasan.

Sementara, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Lombok Tengah, Hamdan Juliandi mengungkapkan, sumber daya alam kemudian infrastruktur Loteng dapat dimanfaatkan maksimal dimana sebgai judul besar yakni kabupaten internasional.

Sebagai salah satu contoh, dia menyatakan Negara Jepang yang melockdown dengan menyekat diri dalam budaya barat, namun saat membuka diri sehingga mampu menjadi macan asia sehingga bersaing dengan negara lain.

Artinya, Loteng dengan semua even nasional dan internasional hadir di Loteng dapat menjadi berkah, baik soal infrastruktur dan SDM yang memadai.
” Gedung, fasilitas dan infrastruktur tidak ada berguna tanpa ada SDM,” yakinnya.

Dibeberkannya, semua peserta ini berasal dari daerah maupun kabupaten Kota se-Indonesia, sekolah 43 orang maka perlu menjaga nama baik Lombok Tengah mengingat mereka akan bercerita apa yang peserta dapat disini.(tim)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *