Parah, Pendapatan TNGR Merosot

F Kepala TNGR

JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Dedi Asriadi

MATARAM –  Covid-19 menyebabkan pendapatan pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) merosot. Kepala Balai TNGR, Dedi Asriadi menyampaikan, total PNBP Balai TN Gunung Rinjani pada tahun 2020 yaitu  sebesar Rp. 276.623.000 yang bersumber dari karcis masuk kawasan  sejumlah Rp. 261.923.000, Ijin Usaha Pemanfaatan Jasa Wisata Alam  (IUPJWA) sejumlah Rp. 2.000.000, PHUPJWA sejumlah Rp. Rp. 12.100.000,  dan Lain-lain sejumlah Rp. 600.000  yang di dalamnya termasuk  Penelitian, Pengambilan Sampel dan Video Komersil. PNBP terbanyak  bersumber dari PNBP Karcis Masuk Kawasan TN Gunung Rinjani baik di  destinasi wisata pendakian maupun destinasi wisata non pendakian.

“Total PNBP Balai TN Gunung Rinjani sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 sebesar Rp. 26.094.672.500,” ungkap Deddy di Mataram kemarin.

 Deddy menjelaskan, PNBP merupakan seluruh penerimaan Pemerintah Pusat yang tidak berasal dari  penerimaan perpajakan.  Jenis dan tarif atas jenis PNBP yang berlaku pada  kementerian LHK salah satunya adalah pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata  Alam. PNBP inilah yang kemudian diserahkan ke Negara guna  menunjang pembangunan nasional  dan sebagai salah satu sumber penerimaan  Negara yang dikelola dan dimanfaatkan kembali untuk peningkatan  pelayanan kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

“Balai TN Gunung Rinjani dari tahun 2016 sampai tahun 2020 paling tinggi nominalnya yaitu pada tahun 2017 senilai Rp 10.574. 828.500 sedangkan  PNBP paling rendah terjadi pada tahun 2020 senilai Rp. 276.623.000,” ulasnya.

Deddy menjelaskan penurunan itu selain dikarenakan Covid-19 juga TNGR memberlakukan kuota pendakian  dan non pendakian sejak pandemi berlangsung sebesar 30 persen.

Tahun 2020 BTNGR efektif menggunakan sistem kuota di aplikasi erinjani dan mulai dibuka di bulan Juli dengan kuota 30 persen non pendakian dari kuota normal lalu dibulan Agustus menjadi 50 persen non pendakian dan 30 persen pendakian dari kuota normal.

Disinggung target pendapatan di tahun ini, ia mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian kebijakan pemerintah dalam masa pandemi lagi. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kedua Kalinya, JK Ingin Jatuhkan Mahalli

Read Next

Korban Janji Palsu, Warga Blokir Jalan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *