Parah, Anak 7 Tahun Ikut Dicoklit PPDP

f anak

IST/RADAR MANDALIKA MENUNJUKKAN: Anak usia 7 tahun bernama Iqbal saat memperlihatkan namanya di formulir A.KWK.

PRAYA – Kinerja buruk berhasil mencoreng nama baik lembaga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Tengah. Buktinya, anak usia 7 tahun atas nama Iqbal Yade Zulpabian

 warga Dusun Mangkung Daye, Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat namanya masuk dalam A.KWK atau pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Temuan ini langsung menghebohkan warganet.

Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Praya Barat, Badaruddin menegaskan, terkait ada anak usia 7 tahun yang dicoklit petugas, pihaknya menilai PPDP tidak betul kerja dan mengkroscek kartu keluarga (KK).

“Mereka tidak melakukan pencocokan KK terlebih dahulu. Artinya, PPDP langsung catat dan tempel sendiri di form tersebut, oleh karena itu kita nilai PPDP melakukan coklit asal-asalan,” sentil tegasnya saat dihubungi Radar Mandalika, kemarin sore.

Badarudin mengaku sudah berkoordinasi atas temuan ini. Saran panwascam melakukan perbaikkan dengan panitia pemilihan kecamatan (PPK), sejak Kamis 27 Agustus 2020. Namun, PPK sendiri telah menginstruksikan PPS untuk melakukan perbaikan segera. Atas temuan ini, Panwascam menilai PPDP tidak melakukan proses pecoklitan dengan baik dan benar di lapangan.

“Iya tidak dicoklit. Mereka melanggar Pasal 11 ayat 6 PKPU nomor 19 tahun 2019. Sampai saat ini, terindikasi ada 39 orang yang tersebar di Desa Bonder, Mangkung, Batujai, Selong Belanak  yang tidak dilakukan coklit,” sebutnya.

Dia menerangkan, pihaknya beberapa waktu lalu telah memasukkan dalam surat saran perbaikan tertanggal 23 Agustus 2020 ke PPK. Setelah surat saran perbaikan masuk, pihaknya dapat informasi tanggal 25 Agustus 2020, sebanyak 96 KK yang tidak dicoklit di Kampung Nelayan, Dusun Selong Belanak Desa Selong Belanak.

Panwascam langsung menyerahkan temuan tersebut ke Bawaslu Kabupaten, sebab Kamis (3/9) merupakan jadwal pleno di kecamatan.

Terpisah, Ketua PPK Praya Barat, Lalu Habibi yang dikonfirmasi menegaskan, pengawasan sampling di TPS 23 Desa Mangkung ditegaskannya, PPDP telah bekerja sesuai aturan PKPU nomor 19 tahun 2019 pasal 11 ayat (6), tentang tata cara pencoklitan. Artinya, PPDP telah melakukan proses pencoklitan atas nama Iqbal, tetapi bukan terhadap anak yang dimaksud berumur 7 tahun, melainkan ada salah seorang penghuni rumah dengan status pemilih baru, karena Iqbal tidak ada dalam form A.KWK.

“Tidak pernah ada pencoklitan dengan anak tersebut, yang dicoklit adalah pemilih atas nama Iqbal dan bukan yang usia 7 tahun. Iqbal ini sudah besar, begitu pengakuan PPDP kami,” bebernya pada Radar Mandalika.

Kemudian, soal balasan surat panwascam terkait saran perbaikan, pihaknya telah menindaklanjuti sesuai dengan mekanisme dan regulasi. “Artinya, setelah proses perbaikan itu telah selesai, baru kami akan membalas surat komfirmasi hasil terhadap saran dari panwascam tersebut,” bebernya. (buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Mohan-Mujib Daftar ke KPU Hari Jumat

Read Next

Alarm NTB Sorot Kelangkaan Elpiji di Lotim

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *