OPD Lowong Mulai Disiapkan Pansel

F Mutasi

IST/RADAR MANDALIKA AMBIL SUMPAH: Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi saat mengambil sumpah jabatan 88 pejabat struktural dan fungsional, kemarin.

MATARAM – Mutasi kembali berlangsung di lingkup Pemprov NTB. Sayangnya mutasi tidak mendefinitifkan delapan OPD yang masih lowong. Padahal dilihat dari waktunya perpanjangan masa jabatan PLT selama dua kali, sehingga harusnya ŕyang lowong diisi.

“Habis ini kan terus bergerak berproses. Besok kita umumkan ada Pansel, Plt kan harus di-Pansel ada sekitar 6 sampai 7 jabatan (lowong),” ungkap Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi, kemarin.

Disebutkannya OPD yang masih lowong di antaranya. Dispora, Perkim, Biro Pemerintahan, Biro AP, Biro Ekonomi, Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, RSUP dan Perpustakaan.

“Akan di-pansel,” katanya.

Ditanya dengan masa jabatan PLT yang sudah habis ? Gita mengatakan masih bisa dijabat, malah panitia seleksi (Pansel) diperkirakan berlangsung satu minggu kedepan. “Satu minggu selesai,” yakinnya.

“Mekanisme prosesnya harus lewat Pansel, besok sudah siap,” sebutnya.

Sebelumnya, Pemprov melantik 88 pejabat. Dari 88 jumlah pejabat yang dilantik oleh Sekda, dua diantaranya merupakan pejabat tinggi pratama, yakni drh. Aminurrahman dari jabatan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB bergeser menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Aparatur, Politik, Hukum dan Pelayanan Publik serta Lalu Abd. Wahid dari jabatan Kepala Biro Pemerintahan dan Otda pada Setda Provinsi NTB menjadi  Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Provinsi NTB.

Sementara itu, HL Syafii yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi NTB dilantik menjadi Widyaiswara Ahli Utama pada Badan

Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi NTB, bersama dengan Andi Pramaria yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Administrasi Pengendalian Pembangunan (APP) Setda Provinsi NTB dan Muhammad Agus Patria yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur.

Pada pelantikan tersebut, Sekda berharap agar jabatan yang diemban mampu dilaksanakan dengan baik dan dengan komitmen tinggi untuk mewujudkan NTB gemilang. Terutama komitmen dalam membangun NTB di sektor kesehatan, pendidikan dan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

“Kami berbahagia dengan kehadiran rekan-rekan, mudah-mudahan keberadaan tenaga kesehatan,  tenaga fungsional  dan tenaga guru mampu membawa NTB menjadi lebih maju,” jelas Sekda dalam sambutannya.

Menurut sekda, bagi pejabat yang akan melaksanakan tugas di sektor kesehatan diharapkan dapat melaksanakan tugas secara maksimal terlebih yang akan bertugas di Rumah Sakit HL Manambai Abdulkadir di Kabupaten Sumbawa

“Tentunya bahwa kami menyampaikan selamat kepada bapak/ibu semua lebih khusus yang akan bertugas  di Rumah Sakit Manambai Sumbawa agar perannya dan keberadaannya mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” harap Sekda.

Begitu juga dengan bidang lain, lanjut sekda, bagi pejabat yang akan melaksanakan tugas di sektor pendidikan diharapkan mampu membentuk karakter para peserta didik yang memiliki SDM yang mumpuni dalam membangun NTB ke depannya.

Wakil ketua DPRD NTB, Mori Hanafi menjelaskan semua PLT yang sudah berakhir masa jabatannya sesuai ketentuan tidak boleh lagi dijadikan PLT apalagi mereka yang sudah diperpanjang PLT nya selama dua kali.

” Plt Dinas Pemuda Olahraga. Plt Dinas Perkim. Plt Kaban Kesbangpoldagri semua plt ini sdh masing masing diperpanjang dua kali. sesuai ketentuan tidak bisa dijadikan PLT lagi karena sudah dua kali,” sorot Mori terpisah.

Untuk mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) apabila Pemda kekurangan SDM maka harus dibentuk pansel untuk mengadakan rekrutmen, test, dan Open Bidding (UU ASN No. 5/2014). Kelemahan Pemprov adalah banyak ASN yang segera masuk usia pensiun tetapi lambat menyiapkan SDM pengganti

“Perencanaan suksesi lelet di BKD. Seharusnya BKD sudah memiliki talent pool yang siap digunakan jika terjadi krisis SDM JPT Pratama seperti sekarang. Jumlah PNS yang berusia diatas 55 thn sekarang lebih dari 2000 orang termasuk pejabat fungsional guru,” ungkap Anggota DPRD NTB lainnya, Raihan Anwar. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Petani Lobster di Lombok Tengah “Ikat Kepala”

Read Next

Giliran Kadis Lingkungan Hidup Bicara

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *