IST/RADARMANDALIKA.ID Kombes Pol Mustofa

MATARAM – Oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Barat dari Fraksi Nasdem inisial AM diciduk polisi saat berlangsung Operasi Narkotika jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 di Mataram.

Dimana, sesuai hasil penggeledahan dan pemeriksaan tidak ditemukan alat bukti cukup untuk dilakukan penahanan, akan tetapi tetap melalui proses pemeriksaan. Sementara, dari hasil tes urine oknum anggota dewan positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

 

“Saat ini oknum tersebut masih diperiksa secara intensif, namun sementara belum ada alat bukti cukup untuk dilakukan penahanan sesuai pasal 184 KUHP,” terang Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa kepada media, Senin kemarin.

 

Kapolrsta menerangkan, apabila dalam waktu 6×24 jam tidak ditemukan bukti cukup baik sebagai bandar ataupun pengedar, maka oknum tersebut akan diserahkan ke BNN untuk rehabilitasi, akan tetapi bila cukup bukti maka prosesnya akan dilanjutkan dan dilakukan penahanan.

 

Dalam operasi pada 30 November 2022 ( Pukul 18:00 wita) tersebut, Kapolresta sangat berharap kepada masyarakat ataupun media untuk menjelaskan informasi ini dengan baik sesuai apa yang disampaikan.

 

Kapolrsta tidak ingin berita terkait oknum anggota DPRD terkesan simpang siur ataupun dilindungi. Karena secara aturan siapun yang melanggar hukum sesuai dengan bukti yang diperoleh aparat maka pasti diperlakukan sesuai aturan.

 

“Saya atas nama Kapolresta Mataram tidak ingin masyarakat berpikir oknum tersebut bebas karena dilindungi. Saya tidak ingin hal itu terjadi,” tegasnya.

 

Sebelumnya, anggota Sat Sernakoba Polresta Mataram menangkap AM yang diduga hendak membeli sabu di terduga pengedar inisial AD (30) asal Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram Rabu (31/11) sekitar pukul 18.00 WITA.

 

Kasat Narkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Minggu (4/12) mengatakan, pria 36 tahun asal Narmada itu diduga mengonsumsi sabu dari beberapa bulan lalu. Saat ini, dirinya masih menjalani rehabilitasi di salah satu rumah sakit yang diajukan oleh pihak keluarga.

 

“Keluarga tahu kalau saya makai, makanya direhab secara mandiri. Karena mau berangkat haji tahun depan,” katanya.(rif/rls)

 

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 334

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *