Ngaku Istri Meninggal, Oknum Pegawai Kejari Loteng Bisa Nikah Delapan Kali

  • Bagikan
F datangi kejaksan
KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID DATANGI: Tim Koalisi Perlindungan Perempuan dan Anak NTB saat bertemu dengan Kasi Intel Kejari Loteng, Rabu kemarin.

PRAYA – Tim Koalisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KP2A) NTB akhirnya mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah. Mereka datang untuk menemui Kajari dengan meminta dukungan atas kasus yang melilit seorang pegawai di bagian TU Kejari berstatus ASN/PNS. Dimana, oknum PNS itu telah menikahi delapan wanita.
Dimana, pernikahan yang dilakukan oknum pegawai inisial SR ini awalnya memiliki istri tujuh dan terbaru sesuai temuan atau bukti oleh tim KP2A NTB, ada satu lagi wanita sudah dinikahi SR. Perjalanan SR mulus diduga karena memalsukan dokumen pernikahan. Modelnya, dibuatkan keterangan jika istri telah meninggal dunia. Sementara faktanya berada di luar negeri sebagai TKW.

Koalisi Perlindungan Perempuan dan Anak NTB, Yang Mangandar Putra datang ke kantor Kejari karena ingin menemui Kajari. Mereka akan meminta dukungan agar kasus tersebut diproses sampai dengan tuntas. Termasuk agar semua istri dan anaknya mendapatkan perlindungan dari tindakan intimidasi siapapun.

“Hari tim kami sudah melakukan investigasi dan menemukan fakta baru, terkait dugaan pemalsuan data kependudukan yang dilakukan oleh SR ini sehingga bisa nikah dengan istri ketujuh, dalam berkas yang ada di kantor KUA Praya adanya surat keterangan kematian istri kelima padahal istrinya masih hidup,” bebernya.

Yan berharap, fakta dan data yang dia miliki dan laporkan dapat dilakukan pemeriksaan dari pihak pengawas kejaksaan tinggi NTB, kemudian kasus tersebut dapat ditangani langsung Kejagung dan Komisi Kejaksaan.

“Kami tidak mempermasalahkan banyak istri atau kawin banyak, tapi kondisi daerah saat ini dengan tingginya angka pernikahan dini, kekerasan terhadap anak dan angka migran di NTB akan berimbas besar dan menambah kasus ini terjadi,” katanya tegas.

Sementara, Kasi Intel Kejari Lombok Tengah, Catur Hidayat yang juga menerima kedatangan tim ini menerangkan bahwa pihaknya termasuk Kajari dukungan terkait laporan oknum PNS SR.

“Mereka hanya datang meminta dukungan laporan penyelesaian kasus pernikahan itu,” katanya.(tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *