LOBAR—Jelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81, Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) Hj. Nurul Adha membagikan seribu bendera Merah Putih Republik Indonesia (RI) kepada masyarakat Lobar, Minggu (9/8). Momen Car Free Day (CFD) akhir pekan itu dipergunakan untuk seremoni penyerahan di Alun-Alun Giri Menang Park (GMP). Sebelumnya dirangkai dengan kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) berupa senam bersama dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Di momen penyerahan bendera itu, Wakil Bupati Lobar didampingi para anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selain penyerahan secara simbolis kepada 10 camat, bendera Merah Putih itu juga langsung diserahkan Wabup kepada tokoh masyarakat yang diwakili H. Lalu Sajim Sastrawan dan tokoh agama TGH Subeki Sasaki. Wanita yang akrab disapa Ummi Nurul itu ingin momen HUT itu benar-benar dirasakan semua elemen masyarakat hingga rakyat.
“Momentum ini menjadi refleksi kita bersama, apa yang sudah kita perbuat dan apa yang sudah kita abdikan untuk negara kita. Dari refleksi tersebut, kita harus menyusun langkah perbaikan diri, perbaikan daerah, pelayanan, dan pendidikan sehingga dapat menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Lombok Barat dan Indonesia,” ujarnya.
Pembagian bendera yang menjadi simbol negara itu dinilai Ummi Nurul bukan sekadar menjadi seremonial saja, melainkan upaya memperkokoh rasa nasionalisme, persaudaraan, dan persatuan masyarakat. Semangat itu juga diharapkan menjadi penyemangat seluruh masyarakat Lobar untuk menjaga persatuan dan kesatuan, hingga saling melindungi serta menjaga nilai gotong royong.
“Lombok Barat merupakan daerah yang majemuk, beragam agama dan budaya. Kegiatan pembagian Bendera Merah Putih ini menjadi lambang persatuan kita kepada Indonesia,” jelasnya.
Di sisi lain, Ummi Nurul juga sangat berharap rasa nasionalisme itu akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Keberadaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam kegiatan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Ketua Majelis Adat Sasak (MAS) H. Lalu Sajim Sastrawan mengapresiasi kegiatan pembagian bendera Merah Putih yang diserahkan langsung oleh Wabup Lobar. Sebab, dalam acara itu secara spontan dirinya diberikan bendera langsung oleh Wabup.
“Mungkin Ibu Wabup berpikir 17 Agustus (peringatan HUT RI) bukan acara pemerintah, tetapi acara masyarakat. Kebetulan ada tokoh masyarakat yang sedang berolahraga di sekitar sini diajak juga,” ungkap Sajim.
Ia berharap di momen peringatan Kemerdekaan RI, Lobar terus menjadi daerah yang maju. Sebab secara historis, Lobar menjadi barometer daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) karena kepercayaan negara atas kepemimpinan daerah yang dikenal damai, tenteram, aman, dan tenang menghadapi masalah sehingga mampu menyejahterakan masyarakat. Terbukti dengan keberagaman suku hingga agama di daerah itu tetap berjalan dengan harmonis dengan mengedepankan toleransi. Terlebih, sejarah mencatat hanya Lobar yang tidak pernah dipimpin unsur ABRI saat zaman dulu.
“Artinya, negara sangat percaya kepada kepemimpinan Lombok Barat ini karena tidak perlu pakai kekerasan,” jelasnya.
Ia berharap Lobar tetap bisa menjaga predikat daerah barometer NTB itu. (Win)

