Menyambangi Papuk Amanah Usia 110 Tahun dari Desa Senanggalih

F Bok 10

IST/RADARMANDALIKA.ID MEMPRIHATINKAN: Kondisi Papuk Amanah saat dikunjungi di tempat tinggalnya.

8 Tahun Lumpuh, Sekarang Tumor Ganas Serang Bagian Mulut

Bonus hidup yang langka. Papuk Amanah memperkirakan memiliki usia 110 tahun. Dia tinggal sebatangkara di rumah reyot layaknya kandang ayam. Parahnya lagi, kondisi sang papuk 8 tahun mengalami kelumpuhan.

FENDI-LOMBOK TIMUR

PAPUK Amanah, 110 tahun masih bertahan hidup sampai hari ini. Kendati hidup sendiri di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Sang papuk selama ini hanya berharap belas kasih anak dan cucu- cucunya untuk bertahan hidup di rumah berdinding terpal berukuran 2 meter tersebut.


 Kesehariannya Papuk Amanah, warga Desa Senanggalih, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur ini hanya bisa berbaring karena dia menderita lumpuh.

Rumah yang ditempatinya dengan atap asbes berdiri di atas tanah milik anak yatim, pasalnya sejak musibah gempa beberapa tahun lalu, dia luput dari perhatian pemerintah daerah.


Sekdes Senanggalih, Sugita Jiwantara yang dikonfirmasi membenarkan kondisi warganya tersebut, diakuinya pemerintah desa sudah berupaya memberikan perhatian berupa pengobatan ringan, pemberian sembako, dan pengurusan identitas kependudukan Papuk Amanah.
 “Pernah pengobatan yang sifatnya sederhana, tidak operasi, Puskesmas juga pernah turun, kita dari pemerintah desa hanya bisa memberikan bantuan- bantuan sembako dan BLT,” ceritanya, Minggu (29/11).
 

Diceritakan sekdes, keterbatasan anggaran yang dimiliki membuat pemerintah desa tidak bisa berbuat banyak untuk membantu meringankan beban sang papuk.
katanya,derita yang dialami Papuk Amanah sangatlah berat mulai, dari kaki mengalami kelumpuhan yang membuat dirinya hanya bisa tidur setiap hari, kemudian sekarang informasinya ada tumor ganas yang menyerang bagian mulutnya.
 Pihak keluarga tidak mampu berbuat banyak, mengingat kondisi hidup serba pas-pasan.

“Papuk ini tinggal bersama cucunya sangat membutuhkan perhatian dan uluran tangan para dermawan berupa kursi roda dan sembako untuk kebutuhan makan sehari- hari.
 Yang paling dibutuhkan untuk saat ini, itu korsi roda biar bisa keluar, tidak hanya di dalam seperti saat ini,” jelas Sekdes Senanggalih.

 Dia berharap, semoga ada para dermawan dapat terketuk hatinya, juga pemerintah daerah bisa memberikan perhatian serius terhadap kondisi waganya ini.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Burhanudin Pimpin KAI NTB

Read Next

Pemuda NW Deklarasi Perangi Narkoba

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *