KLU – Sebagai upaya meningkatkan keamanan pangan sekaligus mendorong legalitas produk pangan olahan, Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram Kelompok 2 bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaksanakan pendampingan intensif kepada pelaku UMKM gula merah kelapa di Desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Pendampingan ini merupakan bagian dari implementasi Program Fasilitator Keamanan Pangan (FKP) dan Kader Keamanan Pangan (KKP) yang berfokus pada peningkatan mutu produk pangan lokal melalui penerapan aspek keamanan pangan dan pengurusan Perizinan Industri Rumah Tangga Pangan (PIRT).

Pendampingan diawali dengan kunjungan langsung ke lokasi produksi gula merah kelapa untuk mengamati setiap tahapan proses pengolahan, mulai dari pengolahan nira hingga pencetakan gula merah. Mahasiswa bersama pelaku usaha melakukan identifikasi terhadap aspek higiene, sanitasi, kebersihan lingkungan produksi, penggunaan peralatan, serta potensi risiko yang dapat memengaruhi keamanan produk pangan. Hasil observasi tersebut menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi perbaikan sesuai prinsip keamanan pangan yang dianjurkan BPOM.

Selain melakukan evaluasi proses produksi, mahasiswa juga mendampingi pelaku UMKM dalam melengkapi berbagai persyaratan administrasi, mulai dari penyusunan dokumen, pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga persiapan dokumen untuk pengurusan PIRT. Pendampingan dilakukan secara langsung sehingga setiap kendala yang dihadapi pelaku usaha dapat diselesaikan bersama.

Melalui kolaborasi dengan BPOM, mahasiswa tidak hanya membantu proses administrasi, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), pelabelan pangan, serta menjaga konsistensi mutu produk. Dengan demikian, legalitas PIRT yang diperoleh diharapkan menjadi bukti bahwa produk gula merah kelapa Desa Salut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan dan layak dipasarkan secara lebih luas.

Pendampingan ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara BPOM, Universitas Mataram, pemerintah desa, dan pelaku UMKM dalam mendukung pengembangan produk pangan lokal yang aman, berkualitas, legal, dan berdaya saing. Melalui proses pendampingan yang berkelanjutan, pelaku UMKM diharapkan mampu menerapkan prinsip keamanan pangan secara konsisten serta meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk gula merah kelapa khas Desa Salut.(red)

