JELASKAN: Kapolres Lobar AKBP Bagus Gede Nyoman J didampingi Kasat Reskrim dan Kasi Humas Polres Lobar saat menunjukkan barang bukti dan pelaku Curas saat jumpa pers ungkap kasus di Mapolres Lobar, Selasa (31/1). (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA)

LOBAR – Mendekam di penjara selama 10 bulan, tak membuat residivis inisial K kapok. Pria yang pernah dipenjara karena pencurian sapi 2021 lalu itu, kembali ditangkap Satreskrim Polres Lombok Barat (Lobar) pertengahan Januari 2023 lalu. Atas tindakan perampokan salah satu rumah warga di Desa Mareje Kecamatan Lembar 28 Desember 2022 lalu.

Kapolres Lobar, AKBP Bagus Gede Nyoman J yang didampingi Kasat Reskrim dan Kasi Humas Polres Lobar menerangkan, pelaku K melakukan aksinya bersama seorang rekannya yang hingga kini masih dalam pengejaran.

“Berdasarkan laporan polisi 14 Januari 2023 kita melakukan penangkapan pelaku K,” terang Bagus saat jumpa pers pengungkapan kasus di Mapolres Lobar, Selasa (31/1/2023).

Menurut Bagus, para pelaku beraksi sekitar pukul 04.00 wita. Modusnya dengan mencongkel rumah korbannya. Setelah masuk pelaku itu langsung mencari barang berharga.

“Korban waktu itu masih istirahat, terbangun dengan suara dan memergoki aksi pelaku,” terangnya.

Menyadari dipergoki, pelaku lantas mengancam korban dengan parang yang dibawanya. Bahkan ia sempat menendang korban. “Pelaku mengancam akan mengorok leher korban apabila berteriak,” bebernya.

Kedua pelaku itu berhasil membawa satu unit sepeda motor, perhiasan emas seberat sekitar 12 gram dan satu unit handphone. Sehingga korban mengalami kerugian mencapai Rp 50 juta.

“Setelah kejadian itu korban melapor ke Polres Lobar. berdasarkan laporan itu kami melakukan penyelidikan dan mendapatkan nama pelaku utama inisial K dan temannya inisial TM yang masih buron,” jelasnya.

Pelaku K sebagai otak kejahatan berhasil ditangkap di kediamanya di Loteng. Dari tangan pelaku berhasil diamankan sejumlah barang bukti berupa handphone, perhiasan emas dan satu unit motor trail.

Dari pengembangan kasus itu terungkap jika K dan TM juga melakukan aksinya perampokan tak hanya sekali. Melainkan di dua tempat kejadian perkara (TKP) lain. Modusnya hampir sama.

“Pelaku melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas) pertama di Kantor Desa Buwun Mas Sekotong pada 6 Januari 2023 jam 2 dini hari. Dengan menggondol dua unit HP, dan TKP kedua di 7 Juli 2022 di Sekotong Tenah mencuri satu unit motor trail,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Lobar, Iptu I Made Dharma menambahkan saat penangkapan pelaku K di kediamannya sempat mendapat hadangan warga sekitar rumah pelaku. Bahkan sempat meneriaki para polisi yang menyamar melalui speaker musala untuk meminta warga dusun setempat keluar.

“Tapi kami dengan sigap berteriak dan mengatakan bahwa kami polisi sehingga warga setempat mengurungkan niatnya dan kembali ke rumahnya masing-masing. Sehingga kami bisa melakukan penangkapan pelaku K,” terangnya.

Pihaknya pun terus mengembangkan kasus ini untuk mengetahui adakah TKP lain yang pernah menjadi sasaran aksi para pelaku itu. Termasuk mengejar rekan pelaku yang masih buron.

Sementara itu pelaku K yang ditanyai Kapolres Lobar berdalih melakukan aksinya karena ajakan temannya. Karena selepas berhenti bekerja manjadi Kadus ia focus menjadi petani. Hasil kejahatan dipergunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kini K dan barang bukti diamankan di Mapolres Lobar. Pelaku pun disangkakan pasal 365 KUHP terkait Curas dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun. (win)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 441

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *