Maling Genset Bank NTB Syariah Selong Ditangkap

F TANGKAP

IST / RADAR MANDALIKA MERINGKUK : Satu dari tiga pelaku pencurian genset inventaris Bank NTB Syariah cabang Selong Pahlawan, yang berhasil dibekuk Tim Puma Polres Lotim.

LOTIM – Pelaku pencurian mesin genset di rumah dinas Bank NTB Syariah cabang Selong Pahlawan Lombok Timur (Lotim) berhasil ditangkap tim Puma Polres Lotim. Pelaku dibekuk sekitar pukul 22.00 Wita, di Lingkungan Gandor Kelurahan Selong Kecamatan Selong Lotim, Rabu (22/9) lalu.
Pelaku pencurian genset berinisial, H 38 tahun asal Kecamatan Selong itu ditangkap setelah dilaporkan kepala Bank NTB Syariah Selong Pahlawan ke Polres Lotim, dengan nomor LP/ B/346/IX/2021/SPKT/POLRES Lotim/Polda NTB, tentang tindak pidana pencurian. Kronologi pencurian mesin genset merupakan inventaris Bank NTB Syariah cabang Selong Pahlawan dilakukan pelaku. Pagi itu, Kepala Bank NTB Syariah Cabang Selong Pahlawan menerima informasi dari tukang kebunnya jika genset yang ada di rumah dinas itu hilang. Korban bersama tukang kebunnya, langsung mengecek genset tersebut.
Rupanya genset itu benar tidak ada di tempat. Sehingga, kasus pencurian itu langsung dilaporkan ke Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lotim. Akibat kejadian itu, pihak bank menderita kerugian sebesar Rp 14 juta. Berangkat dari laporan itu, polisi melakukan penyelidikan. Setelah mendapatkan petunjuk akurat, Tim Puma langsung bergerak menangkap pelaku di rumahnya.
Pelaku tak bisa berkutik dan langsung diborgol. Selain pelaku, barang bukti genset yang ditemukan di rumahnya, juga ikut diangkut ke Polres Lotim, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
Kapolres Lotim melalui Kasat Reskrim Polres Lotim, IPTU Muhammad Fajri, S.Trk, menjelaskan, di hadapan penyidik pelaku buka mulut bahwa aksi pencurian itu tidak dilakukan sendiri, melainkan bersama dua pelaku lainnya yang saat ini masih buron. “Identitas kedua pelaku yang masih buron, sudah kami kantongi. Kami akan terus mengejar kedua pelaku,” tegasnya.
Akibat perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 363 KUHP, dengan ancaman kurungan penjara diatas 7 tahun. “Kami imbau masyarakat tetap waspada, jangan sampai menjadi korban kejahatan pencurian, atau kejahatan lainnya. Mari jaga lingkungan kita agar tetap aman. Sebab keamanan menjadi tanggungjawab kita bersama,” imbau Fajri. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Berbagi Cerita dari Lukmanul Hakim, Youtuber Asal Lombok Tengah

Read Next

Orang Gerindra Belum Mau Bicara

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *