Lotim Akan Jadi Tuan Rumah HAN

  • Bagikan
F TUAN RUMAH
PKP SETDA LOTIM FOR RADAR MANDALIKA SIAP JADI TUAN RUMAH : Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, saat rapat koordinasi dengan perwakilan Mensos RI terkait Lotim sebagai tuan rumah HAN 23 Juli mendatang.

LOTIM – Tanggal 23 Juli, ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Dalam peringatan HAN yang akan dimulai sejak 11 Juli hingga 23 Juli mendatang, Lombok Timur (Lotim) dipercaya sebagai tuan rumah. “Lokasi penyelenggaraan Hari Anak Nasional tahun ini, kita pusatkan di Lombok Timur,” kata Kanya Eka Santi, Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial (Kemensos) RI, saat diterima Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, di ruang rapat Bupati Lotim, kemarin.

Lanjut Kanya, sejumlah agenda akan dilaksanakan dan tersebar di 21 kecamatan di Lotim, sebagai rangkaian peringatan HAN. Kemensos dalam kegiatan ini berupaya mengedepankan empati bagi anak-anak yang kurang beruntung. Utamanya anak-anak yang miskin, terlantar, dan merupakan difabel.

Masih kata Kanya, fokus kegiatan ialah mengatasi berbagai permasalah yang dihadapi anak-anak di Lotim. Mulai dari kepemilikan dokumen kependudukan seperti akta kelahiran, di bidang kesehatan diantaranya dengan vaksinasi, pemeriksaan mata, dan berbagai kegiatan lainnya. Termasuk pembangunan satu unit rumah layak huni.

Selain itu juga, kampanye yang berpusat pada penghentian kekerasan anak, pencegahan perkawinan anak, hingga penguatan pengasuhan dalam keluarga. Semua kegiatan tersebut, berorientasi menjawab kebutuhan rill anak, meliputi hak anak, anak sehat dan kreatif, perlindungan anak. “Hari ini (kemarin, red), kami dari Kementerian Sosial berkoordinasi dengan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terkait kegiatan yang akan kita lakukan di Lombok Timur nanti,” ucapnya.

Dijadikannya Lotim sebagai tuan rumah HAN, disambutnya dengan tangan terbuka. Bahkan langsung merekomendasikan lokasi puncak peringatan HAN. Dari itu koordinasi dan kolaborasi dapat dioptimalkan, demi mensukseskan kegiatan tersebut.

“Momen ini, diharapkan bisa dimanfaatkan untuk sosialisasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022, tentang tindak pidana kekerasan seksual yang baru saja diundangkan,” pungkasnya. (fa’i/r3)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *