Lalu Abdul Majid, Guru Honorer yang Mengabdi dari Tahun 1990

F Bok 1 1

HAZA RADAR MANDALIKA Lalu Abdul Majid

Satu Anaknya Selsai S1, yang Terpenting Berkah

Lalu Abdul Majid pria kelahiran 31 Desember 1960 cukup banyak dikenal kalangan guru. Dia lahir di Dusun Engaik Desa Ketara, Kecamatan Pujut. Sampai sekarang ia masih eksis menjadi guru honorer kendati penglihatannya terganggu.

AZA-LOMBOK TENGAH

CUKUP sabar. Dari tahun 1990 Lalu Abdul Majid, 61 tahun menjadi guru honorer sampai sekarang. Sekarang ia masih masih mengabdi di SMKN 1 Pujut sebagai guru honorer.
Abdul Majid menjadi guru honor dengan Pendidikan Agama Islam (PAI). Selama ini, pahit manis dirasakan menjadi guru honorer. Demi tiga orang anak, ia rela bertahan kendati upah sebagai honorer tidak jelas. Hasilnya, anak ada yang bisa selsai s1.
Ceritanya, awal karirnya menjadi guru honorer tahun 1990 di SMAN 1 Pujut dan SMKN 1 Pujut dengan honor Rp 5 ribu setiap jam pelajaran, namun dia tetap mensyukuri dan tetap menekuni profesinya menjadi guru honorer.

Beruntungya juga, sang istri Baiq Martasari tetap medukung posisinya sebagai honorer. Demikian juga tiga orang anaknya, pertama nama Arial Ma’rifatullah (27), Baiq Rizkidial Darmahista (26) dan Habib Bulwahidin (17), itu nama ketiga anaknya.
“Alhamdulilah menjadi guru banyak berkahnya walaupun pendapatan minim namun setiap urusan Allah selalu memberikan kemudahan,” katanya pada Radar Mandalika.

Setelah berjalan waktu ceritanya, tahun 2008 ia menerima sertifikasi dan cukup terbantu dengan bayaran Rp 40 ribu per jam. Atas kerja kerasnya, dia selama ini mengaku salah satu anaknya atas nama Baiq Riskidia Darmahista berhasil menyelesaikan bangku kuliah jurusan manajemen di Unram melalui Bidikmisi, sekarang sudah bekerja dan berkeluarga.
“Kalau anak pertama atas nama Arial Ma’rifatullah sekarang sudah bekerja di bandara. Sedangkan anak ketiga masih kelas 1 di SMKN 1 Pujut jurusan perhotelan,” ceritanya.

Katanya, ia begitu senang melihat anak-anak sudah sukses dan bekerja tinggal anak yang terakhir yang masih sekolah. Sementara ia akan selsai mengabdi jadi guru honorer setelah anak terakhir lulus SMA.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Tiga Dosen UIN Mataram Positif Covid-19, Kampus Tutup

Read Next

Bangunan SDN 2 Tengari Ambruk

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *