Lahan Pengganti Lapangan Mandalika, Firman Pastikan Akhir Bulan Ini

F Sekda Firman

FOTO DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA RESPONSIF: Sekda Loteng, L Firman Wijaya, Anggota DPRD L Ramdan, Kades Sengkol dan perwakilan masyarakat saat membahas soal lahan pengganti lapangan Mandalika, Selasa kemarin.

PRAYA – Sekda Lombok Tengah, L Firman Wijaya menemui Kades Sengkol Satria Wijaya Saraf, tokoh pemuda, dan masyarakat Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Selasa kemarin. Sekda datang untuk menjelaskan informasi seputar lahan pengganti Lapangan Umum Mandalika yang digunakan sebagai lokasi pembangunan RS Internasional Mandalika.
Dalam pertemuan itu, Firman membeberkan perjalanan awal sehingga muncul statementnya di media jika sudah ada lahan pengganti lapangan.”Jadi bersama kepala OPD terkait pernah mendampingi Bupati HL Pathul Bahri bertemu dengan Gubernur Zulkifleimansyah. Tidak ada hal lain kami bahas kecuali soal lahan pengganti lapangan Sengkol,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, gubernur langsung merespons dan meminta kepada Kepala BPKAD NTB untuk menindaklanjutinya dengan memproses hibah tanah pemprov untuk diserahkan ke Pemkab Lombok Tengah.
Firman membeberkan juga, informasi sementara lokasi lahan pengganti lapangan Mandalika tanah asset milik pemprov yang berada di depan Gudang Bulog Sengkol.
“Insya Allah akhir bulan September ini surat hibah sudah keluar. Ini juga tetap kami akan kawal,” tegasnya.
Firman menjelaskan, dalam hibah asset milik pemprov ini baru sebatas komitmen lisan. Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah desa dan masyarakat untuk bersabar.”Kami akan tetap tindaklanjuti,” katanya lagi.

Sementara itu, Kades Sengkol Satria Wijaya Saraf mengaku sangat memahami proses administrasi hibah pemprov kepada kabupaten. Namun selama ini, warga selalu bertanya-tanya mengingat pemerintah kabupaten tidak pernah menyampaikan seperti saat ini.
“Ya selama ini kita hanya dengar di media saja. Kalau begini tentu sudah jelas disampaikan langsung oleh pak sekda,” katanya.
Kades juga membeberkan alasan pemuda dan warga bicara keras di media, karena memang tidak langsung dijelaskan kepada pemerintah desa dan masyarakat. “Kami hamper setiap hari ditanya pemuda,” tuturnya.
Anggota DPRD Lombok Tengah Dapil setempat, Lalu Ramdan yang hadir dalam pertemuan mengaku masalah ini menjadi beban moral. “Ini satu hal yang istimewa pak sekda mau langsung datang begini tanpa ada undangan,” katanya.
Politisi Gerindra ini menceritakan, bahwa lahan lokasi dibangunnya RS Internasional Mandalika merupakan tanah swadaya masyarakat Desa Sengkol. Mereka memberikan percuma untuk kebutuhan masyarakat. “Tahun 2017 baru tanah ini diserahkan ke kabupaten agar bisa diintervensi,” ceritanya.
Untuk itu, ketika lahan itu diambil untuk penggunaan apa saja oleh siapapun wajar masyarakat keras mempertanyakan. Namun setelah dijelaskan oleh sekda maka semua terang benderang.
“Adik-adik pemuda mau demo, mau segel jadi saya sebagai anggota dewan di sini bingung mau seperti apa. sementara posisi saya juga di legislative,” jelasnya.(red)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Jaminan Kematian Kepada Ahli Waris

Read Next

Ratusan Ribu Telur Luar Masuk ke Lombok Timur

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *