Lahan AMM Pernah Dijadikan Jaminan di Bank

F— AMM scaled

DOK/RADAR MANDALIKA SEGEL: Gerbang AMM yang disegel Pemkab Lobar, beberapa waktu lalu.

LOBAR—Permasalahan lahan Pemkab Lombok Barat (Lobar) yang ditempati STIE AMM memasuki babak baru. Pasalnya Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lobar menduga lahan seluas 17 are itu pernah dijadikan jaminan oleh AMM ke pihak perbankan.

Menurut Kepala BPKAD Lobar, H Fauzan Husniadi, dugaan itu terungkap dari dokumen yang pernah diserahkan AMM kepada pihaknya. Hanya saja Fauzan tidak mengetahui apa yang dijaminkan kepada bank. Mengingat pihak AMM tidak memiliki sertifikat lahan itu. “Atas dasar apa melakukan jaminan itu?” ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Diperkirakan jaminan itu antara tahun 1986 sampai 1995. Informasinya, uang pinjaman itu dipergunakan untuk pembangunan di atas lahan itu. “Itu kita telusuri dari surat yang mereka kirim,” ucapnya.

Kini pihak Badan Pengawasan Keuangan (BPK) sedang turun mengaudit permasalahan lahan itu. Sebab secara hukum tidak boleh aset negara dijadikan jaminan. Pihaknya pun sudah turun ke pihak perbankan untuk memastikan kebenaran lahan itu pernah dijadikan jaminan ke bank. “Dia (bank) masih mencarikan. Tapi dari surat yang dikirimkan ke kami oleh pihak yayasan AMM, lahan itu pernah dijadikan jaminan di bank,” bebernya.

Sementara BKPAD juga sudah menyerahkan semua berkas terkait lahan aset Pemda yang ditempati AMM. Termasuk sertifikat lahan yang sudah keluar.

“Kita memang pernah bersurat ke BPK untuk minta diaudit semua aset milik daerah,” ungkapnya.

Sejauh ini sidang di PTUN yang diajukan pihak AMM masih terus berlangsung. Namun Fauzan belum memperoleh kabar apakah sudah ada putusan atau belum. Bahkan ia sendiri belum dipanggil untuk dimintai keterangan. Dipastikannya, ia tidak lalai dan terus memantau perkembangan persidangan itu. “Harus diingat ranah Tata Usaha Negara itu berkaitan SK, surat menyurat, bukan ranah kepemilikan. Dan saya sudah mendapat gugatan itu,” jelasnya.

Menurutnya, dalam gugatan itu tidak menyangkut SK bupati terkait pencabutan atas SK terdahulu untuk pinjam pakai. Karena AMM mengakui jika lahan itu memang milik Pemkab Lobar. Pemkab Lobar juga tetap beritikat baik dengan masih membiarkan ada aktifitas perkuliahan di lahan itu. “Tapi mereka yang tidak beritikat baik. Setelah ini (audit) ya sudah, tertutup dan wasalam,” tegasnya.

Sejauh ini pihak STIE belum mau berkomentar, karena fokus pada sidang PTUN. (win)

1 Review

?s=96&d=mm&r=g
bola165
1

Bola165

Hallo Gamer Indonesia Bola165 Memberikan Bonus WD( WITHDRAW ) Hingga 10%, EDISI TERBATAS Buruan Daftar sekarang juga di Bola165, Cek promo bisa disini >>> biolinky.co/promobola165

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

PT AMNT Tegaskan Sudah Berbuat

Read Next

Mataram Gawat ! 103 Meninggal Terpapar Covid-19

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *