Kondisi Bayi Kembar Siam Inaya dan Anaya di Lombok Timur

  • Bagikan
F BOK 1
IST/RADAR MANDALIKA MENANTI OPERASI : Bayi kembar siam dalam pelukan ibundanya, sampai saat ini masih menanti nasib untuk menjalani operasi pemisahan.

Tak Kunjung Dioperasi, Butuhkan Biaya 1,9 Miliar

 

 

 

 

Kedua orang tua bayi kembar siam, Inaya dan Anaya berharap besar anaknya segera menjalani operasi pemisahan. Agar bisa hidup normal seperti anak-anak pada umumnya. Untuk operasi dikabarkan membutuhkan biaya Rp 1,9 miliar.

 

MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

 

MASIH ingat dengan bayi kembar siam Inaya dan Anaya? Bayi kelahiran Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur (Lotim) ini berasal dari keluarga dengan kondisi ekonominya memprihatinkan. Orang tuanya yang hanya bekerja serabutan jauh dari kata mampu untuk membiayai operasi pemisahan bayi kembar siam itu. Karena biaya dibutuhkan sampai Rp 1,9 miliar lebih.

Inaya dan Anaya yang lahir 2019 lalu, akibat kondisinya itu telah mengundang rasa empati banyak pihak. Saat baru-baru viral pada bulan Desember 2019 lalu, banyak bantuan mengalir. Terutama bantuan sandang pangan dan papan.

Besarnya biaya operasi pemisahan yang akan dilakukan tim dokter Rumah Sakit Soetomo Surabaya, membuat Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim ikut turun tangan. Bahkan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim tanggal 6 Juni 2020 lalu juga pernah memanggil sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Baznas dan lainnya untuk menyikapi biaya operasi pemisahan itu. Untuk menutupi biaya tersebut, sejumlah donatur membuka onasi demi meringankan beban biaya operasi kedua bayi itu.

Harapan kedua orang tuanya, agar Inaya dan Anaya bisa segera menjalani operasi pemisahan sempat redup karena bangsa ini dilanda wabah Corona Virus Disease (Covid-19). Pemerintah sejak wabah, terfokus penanganan pandemi yang sampai saat ini belum berakhir. Meski pun pihak tim medis daerah ini, mengklaim pemantauan kondisi bayi kembar siam ini tetap dilakukan secara berkala. Sejauh ini, dinilai kondisinya tetap sehat dan bisa dipisahkan.

Lantas bagaimana perkembangan sekarang? Menurut Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Raden Soedjono Selong, Tantowi Jauhari pihaknya telah menjalin komunikasi dengan RS Soetomo, memperjelas jadwal operasi pemisahan Inaya dan Anaya. Sebab, tim dokter RS Soetomo telah menyanggupi operasi pemisahan kembar siam malang ini.

 

Kabar terbaru dari dr. Martono Tri Utomo dari RS Soetomo Surabaya kata Tantowi, operasi pemisahan dimungkinkan akan dilaksanakan semester awal tahun 2022 ini. Hasil perhitungan biaya dibutuhkan, sekitar Rp 1 miliar. Angka tersebut, nantinya akan menyesuaikan dengan Alat Kesehatan (Alkes), obat, dan bahan medis habis yang nantinya akan digunakan. Sekarang ini, pihak RS Soetomo sedang melengkapi Alkes, obat, dan bahan medis habis pakai untuk keperluan operasi nanti.

Untuk membahas perihal operasi Inaya dan Anaya bersama kebutuhan lainnya, dalam waktu dekat tim operasi bayi kembar siam RS Soetomo Surabaya, bakal melakukan rapat dengan Pemda Lotim via zoom meeting. “Insya Allah, rapat membahas operasi pemisahan kembar siam Inaya dan Anaya,” beber dr. Tantowi Jauhari kepada media belum lama ini.(*)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *